SAUDARA KU DI MANA PUN BERADA, SEIRING DATANGNYA 1 RAMADHAN 1433 H, MARILAH KITA SALING MEMBERSIHKAN DIRI, KEPADA ALLAH SWT KITA BERTAUBAT SESAMA MANUSIA KITA SALING BERMAAF-MAAFAN. MARI KITA PERBAIKI HUBUNGAN SILATURAHIM SESAMA UMAT, TERUTAMA PADA ORANG TUA, SUAMI ISTRI, SESAMA SAUDARA SEDARAH SERTA DENGAN KAUM KERABAT, JIRAN TETANGGA. SEMOGA DENGAN CARA DEMIKIAN, KITA BISA MENJALANI IBADAH PUASA DENGAN TENANG DAN MENDAPATKAN PAHALA YANG SETIMPAL DI SISI aLLAH SWT. UNTUK ITU, SAYA ATAS NAMA PRIBADI DAN KELUARGA MENGUCAPKAN SELAMAT MENJALANI IBADAH PUASA, MOHON MAAF ZAHIR DAN BATIN. SAUDARA KU, SESUNGGUHNYA BERHAJI MERUPAKAN SALAH SATU RUKUN ISLAM, YANG UNTUK MENJALANKANNYA KITA HARUS MEMILIKI TRESHOLD (NILAI AMBANG BATAS), KELAYAKAN, BAIK JASMANI, ROHANI MAUPUN MATERI. MAKANYA KALAU SUDAH SIAP, SEGERAKANLAH!!

Friday, 20 July 2012

Beragam Cara Menyambut Bulan Suci Ramadan

. Friday, 20 July 2012
1 komentar

SETIAP orang Muslim sudah barang tentu sangat bergembira menyambut kedatangan bulan suci Ramadan. Tidak mengherankan bila di berbagai pelosok tanah air, masyarakat melakukan berbagai upacara dan tradisi penyambutan.

Tradisi-tradisi itu antara lain; tradisi Balimau di Sumatera Barat, Meugang di Aceh, Perlon Unggahan di Banyumas, Dugderan di Semarang, Padusa di Klaten dan Yogyakarta, Nyorog pada masyarakat Betawi, Belangiran dan Ngelop di Lampung, Pawai Tarhib di Bangka, Makan Kue Apem di Surabaya, dan puluhan bahkan ratusan tradisi lainnya. Tradisi-tradisi ini memang sedikit menyisakan kontroversi seperti dilansir rakyat merdeka online. Sebagian orang memandang bahwa tradisi-tradisi itu tidak mempunyai landasan syar’i sehingga tidak memiliki nilai ibadah sama sekali. Sementara sebagian lain berpendapat bahwa tradisi-tradisi itu memiliki makna yang sejalan dengan semangat ajaran Islam. Mandi sehari sebelum masuk bulan Ramadan dalam tradisi Balimau dan Padusa, misalnya, dinilai sebagai proses penyucian jiwa dan raga yang dinilai sama dengan anjuran mandi sebelum berangkat Shalat Jum’at. Terlepas dari kontroversi yang ada, tradisi-tradisi itu secara umum dapat dimaknai sebagai ekspresi kegembiraan dan kesyukuran masyarakat atas datangnya bulan suci Ramadan. Ekspresi kegembiraan dan kesyukuran semacam ini tentu memiliki nilai dalam pandangan Allah. Salah satu hadits popular yang banyak disampaikan dalam konteks menyambut bulan Ramadan berbunyi, “Barang siapa yang bergembira dengan datangnya bulan suci Ramadan, Allah akan memelihara jasadnya dari api neraka”. Ekspresi kegembiraan dan kesyukuran semata tentu tidaklah cukup. Umat Islam dituntut untuk melakukan persiapan-persiapan agar bulan ini betul-betul mendatangkan rahmat, bukan justru menjadi beban. Dalam konteks menyambut bulan Ramdan, setidaknya ada tiga hal yang perlu dipersiapkan. Pertama, persiapan rohani. Persiapan rohani dimaksudkan agar jiwa dan rohani kita siap dalam melakukan pendakian spiritual dalam meraih rida Allah. Kesucian jiwa dan rohani diperlukan dalam menjalani rangkaian ibadah yang ada di sepanjang bulan suci Ramadan. Hanya dengan jiwa dan rohani yang siap, nilai-nilai spiritual ibadah Ramadan dapat kita raih secara sempurna. Kedua, persiapan ilmu pengetahuan. Pengetahuan yang cukup tentang teknis pelaksanaan amalan-amalan bulan Ramadan sangat menentukan kualitas ibadah yang dilaksanakan. Oleh karena itu, penguasaan terhadap fiqh puasa adalah sangat penting. Orang yang mengetahui fiqh puasa dengan baik akan dapat menghindarkan diri dari berbagai kesalahan sehingga dapat memaksimalkan nilai pahala yang akan diraih. Ketiga, persiapan fisik. Ibadah-ibadah yang akan dilaksanakan di dalam bulan suci Ramadan membutuhkan kesiapan fisik yang prima. Dengan kondisi fisik yang baik, ibadah puasa, tarawih, tilawah, dan aktivitas-aktivitas lainnya dapat dilaksanakan dengan sempurna. Semakin siap fisik kita, maka semakin banyak pula ibadah yang bisa kita laksanakan. Bila dihitung secara kalkulatif, mempersiapkan diri dengan ketiga hal tersebut sesungguhnya jauh lebih penting dibandingkan dengan pelaksanaan tradisi-tradisi yang disebutkan di atas. Jangan sampai pelaksanaan tradisi-tradisi itu justru melupakan persiapan diri yang sesungguhnya. Persiapan seperti ini haruslah diutamakan mengingat tidak ada satu orang pun yang dapat menjamin bahwa kita akan berjumpa dengan Ramadan di tahun yang akan datang. Atas dasar kesadaran itu, marilah kita mengisi Ramadan ini dengan memperbanyak ibadah dan amalan sebagaimana yang dianjurkan dan praktikkan oleh baginda Rasullullah SAW semasa hidupnya. Wallahu'alam. Marhaban ya Ramadan.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Menteri Agama RI: 1 Ramadan Jatuh pada Sabtu 21 Juli 2012

.
0 komentar

Meski beberapa organisasi masyarakat (Ormas) Islam telah menjalani ibadah puasa mulai Kami dan Jumat (19 dan 20 Juli 2012)yang menetapkan jatuhnya 1 Ramadhan, namun lain halnya dengan pemerintah. Setelah mendengar pandangan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam, Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali akhirnya menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Sabtu, 21 Juli 2012. "Kami memutuskan dan menetapkan bahwa tanggal 1 Ramadhan 1433 jatuh pada Sabtu 21 Juli 2012," tegas Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali saat memimpin sidang itsbat di Kantor Kemenag Thamrin, Kamis (19/7). Dalam sidang itsbat ini, pemerintah mendengarkan pandangan dari Ormas Islam. Dari 17 ormas Islam itu hanya dua yang menetapkan 1 Ramadan pada Jumat 20 Juli 2012. "Saya kira apa yang sudah disampainkan 17 ormas Islam, sudah merepresentasikan kapan 1 Ramadan itu," jelasnya. Dua ormas Islam yang menyatakan 1 Ramadan jatuh pada Jumat 20 Juli adalah Front Pembela Islam (FPI) dan Jamah An-Najat. 15 Ormas lainnya setuju dengan ketetapan pemerintah. Sebelum mengakhiri pengumuman resmi ini, Suryadharma meminta persetujuan para ormas Islam yang hadir. Kompak terdengar suara koor "setuju"" dan diiringi tepuk tangan hadirin.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tuesday, 15 February 2011

SMP 4 Tambang Targetkan Sekolah Unggulan

. Tuesday, 15 February 2011
0 komentar

Tarai Bangun (RP) – Sebagai sekolah yang berada di tapal batas, SMP Negeri 4 Tambang menargetkan menjadi sekolah unggulan di Kabupaten Kampar. ‘’Keunggulan itu tidak hanya dari segi fisik bangunan saja, tap juga dari kualitas siswanya,’’ ungkap Kepala SMPN 4 Tambang, Syahrul MPd menjawab Riau Pos, Sabtu ( 12/2).


Didampingi Kepala Laboratorium sekolah, Hj Wirna Efnalius Sd, Syahrul menjelaskan, target jadi sekolah unggulan itu telah dimulai sejak lima tahun lalu. Bahkan berbagai perubahan ke arah kemajuan pun telah dicapai. Mulai dari sekolah yang hanya menggunakan bangunan tiga lokal, ini telah menjadi 15 lokal dan akan dibangun lagi beberapa lokal bertingkat. Bahkan berbagai fasilitas yang juga didukung komite sekolah pun berhasil diadakan. Baik dari bantuan pusat maupun provinsi.
‘’Diantaranya perlengkapan laboratorium. Meski telah memiliki laboratorium, namun alat praktik masih minim. Kita berharap, Pemkab Kampar, Pemprov maupun pemerintah pusat bisa memberikan bantuan alat labor yang nantinya juga akan digunakan oleh aak negeri ini,’’ ujar Syahrul lagi.
Hal tersebut juga diakui Kepala Laboratorium Hj Wirna Efnalius SPd. Menurutnya, pada beberapa topik pembelajaran yang harusnya menggunakan alat labor, terpaksa harus menggunakan metoda lain. Padahal papanya untuk menciptakan lulusan ang berkualitas, pembelajaran tersebut harus didukung oleh media pendidikan. ‘’Namun, kami yakin, anak didik kami akan bisa bersaing dengan siswa sekolah lain,’’ ujarnya.
Menurut Syahrul, target menjadi sekolah unggulan tidak bisa ditawar lagi. ‘’Ini tengah kami mulai. Kalau sebelumnya masih bersifat kuantitas, sekarang telah menjurus ke arah kualitas. Bahkan sasarannya tidak hanya sisswa, tapi juga guru. Kunci semua itu tentulah dari disiplin guru dan siswa. ‘’Kami berharap orang tua murid memahami hal ini, sebab bagaimana pun disiplin harus ditegakkan guna mencapai hasil yang maksimal, apalagi target jadi sekolah unggul’’ tegasnya.
Dari segi kelulusan, Syahrul mengatakan, siswa di sekolah ini selalu lulus 100 persen. Alumninya juga tersebar di berbagai SLTA di Pekanbaru. Demikian juga di bidang ekstrakurikuler, dari berbagai even yang diikuti selalu tampil memuaskan, seperti pramuka, sepak bola, karate serta drum band.
‘’Bahkan, grub drum band SMPN 4 Tambang ini sering tampil pada even-even yang digelar kabupaten an provinsi Riau. Pada lomba drum band yang digelar Polda Riau, ami tampil juara. Demikian juga lomba drum band tingkat provinsi Riau 2011 di Assofa, kami pun jadi juara umum,’’ kata Syahrul lagi.(ril)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tuesday, 8 February 2011

FUNGSI DAN TUGAS JAJARAN REDAKSI

. Tuesday, 8 February 2011
5 komentar

1.Pemimpin Redaksi

Tugas
- Bertanggungjawab terhadap isi redaksi penerbitan
- Bertanggungjawab terhadap kualitas produk penerbitan
- Memimpin rapat redaksi
- Memberikan arahan kepada semua tim redaksi tentang berita yang akan dimuat pada setiap edisi.


- Menentukan layak tidaknya suatu berita, foto, dan desain untuk sebuah penerbitan
- Mengadakan koordinasi dengan bagian lain seperti Pemimpin Perusahaan untuk mensinergikan jalannya roda perusahaan
- Menjalin lobi-lobi dengan nara sumber penting di pemerintahan, dunia usaha, dan berbagai instansi
- Bertanggung jawab terhadap pihak lain, yang karena merasa dirugikan atas pemberitaan yang telah dimuat, sehingga pihak lain melakukan somasi, tuntutan hukum, atau menggugat ke pengadilan. Sesuai aturan, tanggung jawab oleh Pemimpin Redaksi bila dilimpahkan kepada pihak lain yang dianggap melakukan kesalahan tersebut.

Syarat Pemimpin Redaksi
- Memiliki jiwa kepemimpinan dan tegas dalam mengambil keputusan
- Berpengalaman dalam mengelola media cetak
- Menguasai bahasa asing
- Berpendidikan minimal S1
- Memiliki relasi yang luas baik dikalangan swasta maupun pemerintah
- Memiliki integritas terhadap pekerjaan
- Menguasai teknis dan dasar penulisan jurnalistiK
- Mengetahui UU Pokok Pers, UU Penyiaran, dan Kode Etik jurnalistik.


2.Redaktur Pelaksana

Tugas
- Bertanggung jawab terhadap mekanisme kerja redaksi sehari-hari
- Memimpin rapat perencanaan, rapat cecking, dan rapat terakhir sidang redaksi
- Membuat perencanaan isi untuk setiap penerbitan
- Bertanggung jawab terhadap isi redaksi penerbitan dan foto
- Mengkoordinasi kerja para redaktur atau penanggungjawab rubrik/desk
- Mengkoordinasikan alur perjalanan naskah dari para redaktur ke bagian setting atau lay out.
- Mengkoordinator alur perjalanan naskah dari bagian setting atau lay out ke percetakan
- Mewakili Pemred dalam berbagai acara baik ditugaskan atau acara mendadak
- Mengembangkan, membina, menjalin lobi dengan sumber-sumber berita
- Mengedit naskah, data, judul, foto para redaktur
- Mengarahkan dan mensuvervisi kerja para redaktur dan reporter
- Memberikan penilaian secara kualitatif dan kuantitatif kepada redaktur secara priodik

Syarat Redaktur Pelaksana
- Berpengalaman sebagai redaktur 2-5tahun
- Berpendidikan S1
- Menguasai bahasa asing
- Memiliki jaringan yang luas terhadap sumber-sumber berita
- Menguasai salah satu disiplin ilmu: ekonomi, politik, hukum, pendidikan, olahraga, tata boga, lingkungan.
- Menguasai komputer
- Mengerti alur kerja mekanisme redaksi

3.Redaktur
- Tugas Memeriksa,mengedit, dan menyempurnakan naskah sesuai dengan penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar
- Menyesuaikan naskah yang sudah diedit dalam bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Jurnalistik
- Mengubah pengulangan kata-kata yang sama dalam satu tulisan, sehingga kalimat dalam naskah menjadi bervariasi.
- Mengedit penggunaan logika bahasa, alur naskah
- Menyeragamkan style penulisan masing-masing redaktur, sehingga gaya penulisan seluruh naskah menjadi sama
- Memeriksa naskah kata per kata, penggunaan titik, koma, tanda seru, titik dua.
- Mengedit penggunaan kata yang berasal dari bahasa asing, bahasa daerah, bahasa slank sehingga mudah dimengerti pembaca.
- Mengusulkan dan menulis suatu berita dan foto yang akan dimuat untuk edisi mendatang
- Berkoordinasi dengan fotografer dan riset foto dalam pengadaan foto untuk setiap penerbitan
- Memberikan laporan perkembangan kepada atasannya yaitu Redaktur Pelaksana

Syarat
- Berpendidikan S1
- Berpengalaman menjadi reporter/wartawan 2-5tahun
- Menguasai salah satu disiplin ilmu: ekonomi, politik, hukum, pendidikan, olahraga, tata boga, lingkungan.
- Menguasai computer
- Menguasai bahasa asing
- Menguasai bahasa Indonesia dan bahasa jurnalistik Indonesia



4.Koordinator Liputan

Tugas
- Memantau dan mengagendakan jadwal berbagai acara: seminar, press conference, acara DPR dll
- Membuat mekanisme kerja komunikasi antara redaktur dan reporter
- Memberikan lembar penugasan kepada reporter/wartawan dan fotografer
- Mengadministrasikan tugas-tugas yang diberikan kepada setiap reporter
- Memantau tugas-tugas harian para wartawan/reporter
- Melakukan komunikasi setiap saat kepada para redaktur, reporter/wartawan, dan fotografer
- Memberikan penilaian kepada reporter/wartawan secara kuantitas maupun kualitas
- Mengarahkan dan membina reporter dalam mencari berita dan mengejar sumber berita

Syarat
- Berpendidikan S1
- Berpengalaman menjadi reporter/wartawan 2-5 tahun
- Menguasai computer
- Menguasai bahasa asing
- Menguasai administrasi dan pengarsipan


5.Reporter:
Tugas
- Mencari dan mewawancarai sumber berita yang ditugaskan redaktur atau atasan
- Menulis hasil wawancara, investasi, laporan kepada redaktur atau atasannya
- Memberikan usulan berita kepada redaktur atau atasannya terhadap suatu informasi yang dianggap penting untuk diterbitkan
- Membina dan menjalin lobi dengan sumber-sumber penting di berbagai instansi
- Menghadiri acara press conferensi yang ditunjuk redaktur, atasannya, atau atas inisiatif sendiri.

Syarat
- Berpendidikan S1
- Berminat pada bidang jurnalistik
- Menguasai computer
- Menguasai bahasa asing
- Siap bekerja dalam tim
- Siap bekerja di bawah tekanan
- Dapat bekerja memenuhi dead line





7.Fotografer

Tugas
- Menjalankan tugas pemotretan yang diberikan redaktur atau atasannya
- Melakukan pemotretan sumber berita, suasana acara, aktivitas suatu objek, lokasi kejadian, gedung, dan benda-benda lain
- Mengusulkan konsep desain untuk cover majalah
- Menyediakan foto-foto untuk mendukung naskah, artikel, dan berita
- Mengarsip foto-foto, filem negatif, atau compact disk bagi kamera digital
- Melaporkan setiap kegiatan pemotretan kepada atasan
- Mempertanggungjawabkan setiap penggunaan filem negatif, baterai, atau compact disk yang telah digunakan kepada perusahaan

Syarat
- Mengerti dan menguasai teknik fotografi manual, otomatis, digital.
- Mengerti dan menguasai teknik pengambilan gambar: pencahayaan, komposisi, warna
- Mengerti dan menguasai teknik mencetak foto
- Mengerti penggunaan scanner
- Mengerti arsip


8.Sekretaris Redaksi
Tugas
- Menata dan mengatur undangan dari instansi, perusahaan, atau lembaga yang berkaitan dengan pemberitaan
- Menghubungi sumber berita atau instansi untuk pendaftaran, konfirmasi, atau pembatalan undangan, wawancara, dan kunjungan kerja
- Menyimpan salinan kartu pers dan foto untuk mensuport kebutuhan kerja para wartawan dalam meliput satu acara yang mengharuskan membuat tanda pengenal seperti menyiapkan
- Menyediakan peralatan kerja redaksi seperti tape, batu baterei, kaset, alat tulis, dan note book
- Menata keperluan keuangan redaksi: uang perjalanan, uang saku, uang rapat.
- Mengatur jadwal rapat redaksi: rapat perencanaan, rapat cheking, rapat final


9.Riset, Pustaka, dan dokumentasi

- Mencari data-data, artikel, tulisan yang dibutuhkan untuk sebuah penulisan oleh reporter, redaktur, redaktur pelaksana, dan Pemimpin Perusahaan.
- Mencari dan menata buku-buku yang berkaitan dengan tugas dan kerja para wartawan
- Menata majalah, surat kabar, dan tabloid setiap hari dan menyimpannya dengan baik sesuai aturan
- Melakukan kerja sama dengan bagian riset dan dokumentasi perusahaan lainnya seperti barter majalah, koran, tabloid, dan buku.
- Mengusulkan suatu berita kepada redaksi bila dalam melaksanaan tugas menemukan data-data atau informasi penting

Syarat
- Pendidikan D3/S1 perpustakaan, ekonomi
- Menguasai riset, statistik, perpustakaan
- Menguasai teknologi pencarian data: internet, sear engine
- Menguasai dokumentasi, klipping
- Memiliki hubungan baik dengan lembaga perpustakaan, lembaga penelitian,


10.Desain Grafis
Tugas
- Merancang cover atau kulit muka
- Membuat dummy atau nomor contoh sebelum produk di cetak dan dijual ke pasa
- Mendesain dan melay out setiap halaman dengan naskah, foto, dan angka-angka
- Mengatur peruntukan halaman untuk naskah
- Menulis judul berita,anak judul, caption foto, nama penulis pada setiap naskah
- Menulis nomor halaman, nama rubrik/desk, nomor volume terbit, hari terbit, dan tanggal terbit pada setiap edisi

Syarat
- Menguasai Machintos, freehand, Fotoshop.
- Memiliki jiwa seni
- Mampu bekerja sama dalam tim
- Menguasai berbagai tipe dan jenis huruf

11.Pracetak

Tugas
- Membawa naskah yang sudah disetujui pemimpin redaksi ke percetakan untuk dicetak
- Mengawasi proses pencetakan di percetakan
- Menerima kondisi produk dalam keadaan baik dari percetakan
- Bersama dengan bagian distribusi, segera mengedarkan produk tersebut ke pasar.



Ttd

Yasril
Wakil pemimpin redaksi Riau Pos

Klik disini untuk melanjutkan »»

Thursday, 13 May 2010

Tantangan Berat Dekade Mendatang

. Thursday, 13 May 2010
0 komentar

MEMBICARAKAN persoalan penduduk merupakan hal yang menarik dan sangat relevan saat ini. Sebab, empat tantangan berat yang akan dihadapi penduduk bumi pada dekade mendatang adalah persoalan pemanasan global dan kerusakan lingkungan. Laju pertumbuhan penduduk. Pengentasan kemiskinan dan Kebuntuan politik yang menghalangi kerjasama global untuk mengatasi masalah tersebut.


Solusi terhadap empat tantangan besar ini harus segera dicarikan. Sebab, sekarang saja sudah mulai terlihat. Dampak dari rumah kaca dengan pemanasan global dan perubahan suhu ekstrim misalnya, terjadinya kerusakan lingkungan dan bencana alam di mana-mana. Tingginya tingkat kemiskinan, kesenjangan antara yang kaya dan miskin makin kentara.

Walaupun semua persoalan di muka bumi ini dibolak-balik, titik awalnya tetap berada pada manusianya atau penduduk.

Sebab, banyak pakar di bidang kependudukan yang mengatakan bahwa sebenarnya jumlah manusia di planet bumi sebenarnya sudah melebihi daya dukung dan daya tampung lingkungan. Artinya, siapa pun dan di negara mana pun termasuk Indonesia harus dengan sungguh-sungguh berupaya agar pertumbuhan penduduk dapat terkendali karena planet ini sudah tidak mampu lagi menampung penduduk yang lebih banyak lagi.

Bahkan perubahan iklim akibat pertumbuhan penduduk yang sangat pesat berakibat buruk bagi produksi pangan sehingga miliaran penduduk terancam kelaparan.
‘’Karena perubahan iklim dan ledakan penduduk, menjelang tahun 2030 akan terjadi kelangkaan pangan, air, dan energi yang luar biasa yang memicu kerusuhan sosial dan konflik internasional karena akan terjadi migrasi besar-besaran dari daerah yang paling terkena dampak,’’ kata Prof. Dr. John Beddington seorang Chief Scientific Adviser British Gov’t.

Jadi, jika pengendalian pertumbuhan penduduk tidak secepatnya dilakukan, maka berbagai persoalan kependudukan bahkan juga terkait hak-hak dasar seorang individu tetap akan membayangi para generasi mendatang.

Di sektor pendidikan misalnya, orang akan kesulitan untuk mendapatkan pendidikan murah bahkan juga gratis. Demikian juga halnya dengan perolehan akses kesehatan, upaya mendapatkan pekerjaan yang layak dan sebagainya.

Lantas solusi pengendalian pertumbuhan penduduk itu bagaimana?
Sebenarnya banyak tawaran-tawaran yang dilakukan para pengambil keputusan di berbagai negara di belahan dunia. Indonesia sendiri sejak beberapa dekade belakangan, lebih fokus pada program keluarga berencana dengan norma kelurga kecil bahagia sejahtera (NKKBS).

Bahkan akibat keberhasilan Indonesia mengendalikan pertumbuhan penduduk, berbagai negala lain pun akhirnya mengambil keputusan untuk belajar ke Indonesia.

Namun sangat disayangkan, di saat negara lain menjadikan Indonesia ebagai guru dalam pengendalian pertumbuhan penduduk, di dalam negara Indonesia sendiri terjadi pelemahan institusi dan kelembagaan yang berakibat fatal terhadap meningkatnya jumlah penduduk secara drastis.

Kita berharap, sensus penduduk yang dilakukan 10 tahun sekali ini dapat dilakukabn secara benar sehingga mampu emmberikan gambaran utuh tentang keadaan kependudukan Indonesia secara riil. Tidak hanya menyangkut data populasinya, tapi juga soal perekonomian rakyat, tingkat pelayanan kesehatan, akses pendidikan, pengangguran dan sebagainya. Sehingga bisa dijadikan sebagai patokan pengambilan kebijakan untuk melakukan perubahan di masa mendatang.

catatan: sudah dimuat di riau pos edisi 9 mei 2009

Klik disini untuk melanjutkan »»

Monday, 12 April 2010

HAJI - DOA WUKUF

. Monday, 12 April 2010
0 komentar



Klik disini untuk melanjutkan »»

YASRIL RIAU Desain ByHendrawan and Support by Ridwan CCMD. All Right Seserved

 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com | Power by blogtemplate4u.com