Pekanbaru diwaktu senja, menjelang pergantian tahun. Suara azan pun berkumandang dari Masjid Agung An-Nur Pekanbaru. foto Said Mufti
Klik disini untuk melanjutkan »»Wednesday, 31 December 2008
Wednesday, 17 December 2008
Sepatu Vs Senjata Pemusnah Massal
Label: PolitikINSIDEN pelemparan sepatu yang dilakukan wartawan dari televisi al-Baghdad yang berbasis di Kairo, Mesir, Muntazer al-Zaidi, kepada Presiden Amerika Serikat George Walker Bush, Senin (15/12) dini hari ternyata menjadi perhatian dunia, termasuk di Indonesia sendiri.
Bagi kalangan pers, hal ini terbilang istimewa, bukan hanya disebabkan ketokohan Bush yang dianggap sebagai polisi dunia saja yang menjadi topik berita, tapi lebih kepada peristiwa langka, dimana seorang Presiden dengan pengawalan yang super ketat ternyata juga bisa kecolongan.
Peristiwa yang oleh masyarakat Timur Tengah dianggap sebagai penghinaan yang terendah dan ditayangkan secara visual di berbagai televisi dunia juga membawa dampak besar terhadap arogansi militeristik dan sistem pemerintahan Amerika Serikat, terutama menjelang peralihan kekuasaan.
Beragam tanggapan pun bermunculan di berbagai poral internet, dengan berbagai bahsa. Ada yang mengecam terhadap peristiwa itu, ada pula yang mendukung secara nyata.
Bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla pun ikut-ikutan berkomentar soal peristiwa yang menimpa pemimpin dunia itu. Walau hanya dengan berkelakar, JK meminta wartawan mengikat erat sepatunya setiap kali keterangan pers dengan presiden maupun dengan dirinya.
Kalla menilai insiden itu menunjukkan tak hanya wartawan yang butuh perlindungan dari pemerintah, namun presiden juga butuh perlindungan dari wartawan. Bukan hanya wartawan yang butuh perlindungan. Insiden sepatu itu bukti presiden juga butuh dilindungi.
Kalla meminta jurnalis membuat tulisan yang memberi optimisme, tidak justru membuat orang menjadi pesimis. Sebab, kalau orang pesimistis, bukan hanya sepatu yang didapat, tapi bisa juga batu.
Selain itu, secara politis, pelemparan sepatu bernomor 10 itu juga sebagai balasan terhadap arogansi Amerika yang ingin mencari senjata pemusnah massal. Sebab, sejak dilancarkannya agresi militer ke negeri 1001 malam itu beberapa tahun lalu hingga berakhirnya masa kekuasaan bush, tidak ditemukan yang dicari, kecuali kematian massal, kemelaratan, kemiskinan, ketertindasan dan perperangan antar sekte serta berkembangnya rasa pesimistis dari rakyat Irak untuk kembali hidup normal seperti rakyat di negara-negara lain.
Kalau lah arogansi militeristik ini terus dilakukan, tidak hanya oleh negara adidaya Amerika Serikat, tapi juga negara-negara kuat lainnya, maka akan sulit untuk menciptakan perdamaian di dunia.
Sebaliknya, kalaulah perdamaian dunia tidak tercipta dan yang berkembang hanya rasa pesimistis, tidak heran perperangan pertikaian antara negara akan terus terjadi dan ini akan menimbulkan mala petaka besar di dunia, seperti dialami Bush di akhir masa kejayaannya yang hanya mendapatkan sepasang sepatu usang bernomor 10, itu pun tidak bisa dipakai, karena kesempitan bagi Bush.
Berkaca dari peristiwa itu, mari kita bersama menciptakan kedamaian, meningkatkan kemaslahatan umat dan menjauhi diri dari pertikaian, baik di tingkat internasional, nasional, bahkan di daerah sendiri. Sebab, kunci dari keberhasilan sebuah negara terletak dari kedamaian hidup yang dijalani rakyatnya.***
catatan: pernah dimuat di Riau Pos 17 Desember 2008
Monday, 15 December 2008
Presiden Bush dan Sepatu Nomor 10
Label: Politik
PEMANDANGAN yang langka terjadi di akhir tahun 2008. Presiden Presiden Amerika Serikat George W. Bush dilempar pakai sepatu disertai caci maki oleh Muntazer al-Zaidi, wartawan dari televisi al-Baghdad yang berbasis di Kairo, Mesir, saat melakukan jumpa pers bersama Perdana Menteri Nouri al-Maliki di Baghdad, Senin pukul 08.00 WIB.
Meski lemparan yang dilakukan seorang jurnalis Irak itu tidak mengenai Bush, namun sempat membuat situasi agak tegang. Ini terlihat jelas dalam tayangan di berbagai layar televisi pada pukul 08.00 WIB Senin (15/12/2008).
Bush sempat mengelak lemparan pertama disusul dengan lemparan sepatu kedua, masih saja tidak mengena. Untung situasi segera terkendali, para pengawal dan intel langsung masuk ruangan dan mengamankan jurnalis yang ikut meliput acara jumpa pers itu.
Uniknya, lemparan sepatu yang dianggap sebagai salam perpisahan itu--karena Bush segera meninggalkan tampuk pemerintahan dan akan digantikan oleh Barack Husein Obama—ternyata bernomor 10.
Dan ini pulalah yang menjadi perhatian Bush setelah insiden tersebut terjadi. “Yang bisa saya katakan adalah, sepatu itu nomor 10,” kata Presiden Bush seperti dilansir kantor berita Associated Press.
Begitu pentingkah angka nomor 10 bagi Bush, sehingga hanya kata-kata itu yang ia ucapkan. Tapi yang pasti, informasi tentang Bush dilempar pakai sepatu dalam acara resmi ini ternyata mewarnai pemberitaan di berbagai media massa, baik televisi, radio maupun di internet. Pertanyaannya, pertanda apakah ini bagi Bush, ada apa dengan sepatu nomor sepuluh?
Friday, 12 December 2008
Permintaan Produk Mainan Meningkat 3 Kali Lipat
Label: BisnisSELAMA akhir tahun terutama saat musim liburan sekolah tiba, permintaan pasar akan produk mainan cenderung meningkat tajam. Selain itu, jumlah kunjungan ke lokasi pusat perbelanjaan juga meningkat hingga 55 ribu kunjungan per hari.
‘’Grafik pemasaran kita di Pekanbaru cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itulah maka setelah Jakarta, kami hadirkan liburan bersama Garfield di kota ini. Pasar mainan di kota ini sangat potensial. Bahkan untuk meet and greet bersama Garfield, Pekanbaru adalah kota kedua setelah Jakarta. Market di Pekanbaru ini nomor dua di luar Pulau Jawa,’’ ungkap Marketing Promotion Emway Globalindo Pramono, Jumat (12/12) petang.
Didampingi manajemen Mal Ciputra Seraya Afra, Pramono menjelaskan bahwa kedatangannya ke Pekanbaru membawa serta Garfield adalah ingin menyemarakkan liburan anak sekolahan di Kota Bertuah sembari perayaan 30 tahun Garfield. ‘’Akan ada harga promo yang kita berikan untuk Garfield. Iven pameran bersama Garfield ini juga akan diramaikan dengan lomba menyanyi, mewarnai, story telling, fashion show, Garfield quizzes dengan beragam hadiah menarik serta aneka permainan seru dari kami, baik itu Hot Wheel speed challange, funny spoon games, stacking games dan banyak lagi,’’ ucapnya.
Iven yang jangan sampai terlewatkan adalah Meet and Greet bersama Garfield pada 27 dan 28 Desember. Namun setiap harinya, mulai Senin hingga Ahad, akan ada beragam perlombaan dan permainan seru selain aneka produk Garfield yang bisa didapatkan dengan harga promo, mulai dari handuk, selimut, boneka, bantal, baju, celana dan banyak lagi. ‘’Barbie, Hot Wheel dan aneka produk dari Emway lain akan ikut pula meramaikan,’’ sebutnya.
Garfield sendiri, lanjut Pramono, adalah tokoh komik ciptaan Jim Davis, yakni seekor kucing oranye gendut yang pemalas dan sinis. Garfield sangat menyukai lasagna, kopi dan remote control. Pemiliknya Jon Arbuckle dan temannya Odie si anjing yang baik namun bodoh. Setakat ini, sudah terjual sebanyak 130 juta buku Garfield di dunia dan kerajaan Garfield juga sangat luas meliputi 111 negara yang mana sebanyak 400 pembuat barang berlomba-lomba memproduksi ribuan produk mainan Garfield.
Sementara itu, pihak Mal Ciputra Seraya Afra menambahkan, meramaikan suasana Garfield dan liburan Natal serta Tahun Baru, pihak mal juga sudah selesai mendekorasi area pameran dan permainan selama liburan bersama Garfield dengan boneka Garfield yang lucu, disain unik rumah Natal Garfield, pohon Natal yang besar, cerobong asap dan aneka ornamen lain. Bahkan pada Ahad (14/12) ini, pihak mal juga mengundang 50 best shopper selama Oktober dan November untuk nonton bersama di Riau 21.(sar)
Riau Dijatah ‘Block Grant’ Rp658 M
TAHUN 2009 mendatang, Provinsi Riau mendapat jatah dana block grant sebesar Rp658,169 miliar. Dana tersebut dipergunakan untuk sejumlah kegiatan mempelancar program pembangunan di Riau.
Ketua Panitia Kerja (Panja) block grant Komisi X DPR RI untuk Riau, Musfihin Dahlan, kepada wartawan Jumat (12/12) menyebutkan, dana block grant tersebut diberikan kepada daerah dengan maksud untuk menunjang proses belajar mengajar di daerah.
Secara rinci, dari Rp658 miliar dana yang dijatahkan ke Riau tersebut, sebesar Rp366 miliar diantaranya dikelola oleh Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Ditjen Pendidikan Tinggi Rp6,96 miliar, Ditjen Pendidikan Nasional Informal dan Formal sebesar Rp18,3 miliar, dan Ditjen PMPTK Rp266,3 miliar.
‘’Secara nasional, pada 2009 ini dianggarkan dana Rp35,1 Triliun untuk kegiatan block grant ini. Sedangkan 2008 Rp33,4 Triliun,’’ kata Musfihin.
Akan halnya pada 2008 ini, Provinsi Riau menerima dana Rp547,7 miliar untuk block grant. Dana langsung disalurkan Depdiknas ke rekening sekolah.
Tak hanya untuk rehab gedung dan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), dana block grant ini juga dialokasikan untuk sejumlah kegiatan. Diantaranya program penelitian dan pengembangan Iptek, program Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun, Program Pendidikan Menengah, Pendidikan Non Formal, Pendidikan Tinggi, PMPTK, Pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan, manajemen pelayanan pendidikan, penelitian dan pengembangan pendidikan, penyelenggaraan pimpinan kenegaraan dan pemerintahan dan program penguatan kelembagaan pengarustamaan gender dan anak.
Di Riau, keberadaan block grant ini kata Kepala Disdik Riau HM Wardan MP, sangat diperlukan. Mengingat APBD Riau dan kabupaten/kota saja tidak menyanggupi untuk membiayai sejumlah kegiatan seperti yang dibiayai di APBN tersebut.
‘’Perlu pengawasan bersama dari pemerintah di daerah untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan ini di daerah,’’ kata Musfihin.(kaf/ripos)
4.500 Karyawan Terancam PHK
KABAR buruk menyambut tahun 2009! Dinas tenaga kerja Provinsi Riau, memprediksi pada tahun 2009 mendatang, akan ada sekitar 4.500 karyawan lagi yang akan terkena Pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh beberapa perusahaan dalam upaya efesiensi pekerja dan penyelamatan operasional perusahaan.
Memang kita belum bisa mengatakan itu akan terjadi, tapi ada kecendrungan ke arah situ pasti ada. Saat ini saja ada 1.000 karyawan PT RAPP yang dirumahkan. Kalau kondisi ekonomi tidak teratasi bukan tidak mungkin PHK itu akan berlanjut dan prediksi kita sekitar 4.500 karyawan terancam di PHK, kata Kasubdis Hubungan Kerja dan Masalah Buruh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Riau, Syamsul Bahri pada wartawan, Kamis (11/12).
Tingginya tingkat PHK saat ini kata Syamsul, mengancam bertambahnya angka pengangguran di Riau. Saat ini angka pengangguran di Riau mencapai 200 ribu lebih atau sejumlah 10,1 persen dari jumlah . Namun demikian, Disnaker tetap berharap, jika kondisi ekonomi sudah membaik, masing-masing perusahaan yang telah mem-PHK-kan karyawannya untuk dapat mempekerjakannya kembali
Sementara itu, Disnaker Provinsi Riau mencatat ada sejumlah 2.148 karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh beberapa perusahaan di Riau. Jumlah tersebut tercatat mulai dari tahun 2007 hingga akhir 2008 ini. Ironisnya, di tahun 2008 ini jumlah tersebut merupakan angka tertinggi dalam kasus PHK yang pernah terjadi dalam sejarah Riau.
Memang kasus PHK yang terjadi saat ini bukan semata-mata diakibatkan krisis ekonomi global saja. Tapi kita tidak menutup mata bahwa tahun ini krisis global telah berdampak negatif pada pekerjaan banyak orang,kata Syamsul.
Dari jumlah 2.148 karyawan yang di-PHK, dijelaskan Syamsul termasuk di dalamnya dua perusahaan besar yang berada di Riau. Masing-masing perusahaan tersebut adalah PT Riau Andalan pulp and Paper (RAPP) sejumlah 559 karyawan dan PT Indahkiat sejumlah 420 karyawan.Tapi informasi yang kita terima, Indahkiat itu program pengunduran diri sukarela atau PPDS. Bukan di-PHK, tapi karyawan yang mengundurkan diri. Pada umumnya karyawan yang di-PHK berasal dari perusahaan perkebunan yang bergerak di bidang ekspor seperti perkebunan dan perkayuan,jelasnya.(afz/rpg)
YASRIL RIAU Desain ByHendrawan and Support by Ridwan CCMD. All Right Seserved

