SAUDARA KU DI MANA PUN BERADA, SEIRING DATANGNYA 1 RAMADHAN 1433 H, MARILAH KITA SALING MEMBERSIHKAN DIRI, KEPADA ALLAH SWT KITA BERTAUBAT SESAMA MANUSIA KITA SALING BERMAAF-MAAFAN. MARI KITA PERBAIKI HUBUNGAN SILATURAHIM SESAMA UMAT, TERUTAMA PADA ORANG TUA, SUAMI ISTRI, SESAMA SAUDARA SEDARAH SERTA DENGAN KAUM KERABAT, JIRAN TETANGGA. SEMOGA DENGAN CARA DEMIKIAN, KITA BISA MENJALANI IBADAH PUASA DENGAN TENANG DAN MENDAPATKAN PAHALA YANG SETIMPAL DI SISI aLLAH SWT. UNTUK ITU, SAYA ATAS NAMA PRIBADI DAN KELUARGA MENGUCAPKAN SELAMAT MENJALANI IBADAH PUASA, MOHON MAAF ZAHIR DAN BATIN. SAUDARA KU, SESUNGGUHNYA BERHAJI MERUPAKAN SALAH SATU RUKUN ISLAM, YANG UNTUK MENJALANKANNYA KITA HARUS MEMILIKI TRESHOLD (NILAI AMBANG BATAS), KELAYAKAN, BAIK JASMANI, ROHANI MAUPUN MATERI. MAKANYA KALAU SUDAH SIAP, SEGERAKANLAH!!

Thursday, 8 April 2010

Riau Harus Menata Sistem Kependudukan

. Thursday, 8 April 2010
0 komentar

Marlis:  Secepatnya Surati Kemen PAN

Pekanbaru (RP) – Pertumbuhan jumlah penduduk Riau yang tinggi, baik akibat angka kelahiran maupun imbas dari persoalan kependudukan di daerah lain harus segera mendapat perhatian serius. ‘’Penanganan ini tidak hanya oleh pemerintah semata tapi juga harus melibatkan semua elemen yang ada dengan pola kemitraan,’’ kata Direktur Institusi dan Peran Serta Mayarakat, BKKBN Pusat , Drs H Marlis Alamsa pada Pertemuan Pemantapan Program Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga di Hotel Furaya Pekanbaru, Kamis (8/4).


Menurut Marlis, semua Provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia saat ini mengalami persoalan kependudukan mendasar yang inti masalahnya berada pada lingkungan keluarga. Baik masalah pemenuhan hak-hak dasar seorang anak manusia, seperi pelayanan kesehatan, pendidikan, mendapatkan pekerjaan yang layak maupun persoalan yang era kaitannya pada social budaya. ‘’Riau sebagai daerah yang pertumbuhan penduduknya tinggi, baik akibat kelahiran bayi maupun migrasi sudah saatnya mempersiapkan diri, sebelum persoalan yang lebih besar menghadang. Salah satu caranya kembali menggerakkan program KB hingga ke tingkat lini,’’ kata Marlis di hadapan semua unsure pemerintahan Kabupaten/kota se Riau, korem, polri, LSM dan jajaran kesehatan.

Program KB yang merupakan salah satu program wajib pemerintah itu tidak hanya bicara soal alat kontrasepsi saja, tapi lebih besar, bagaimana menciptakan keluarga yang berkualitas dengan cara mengangkat derajat dan kesejahteraan mereka. Pemerintah daerah harus bergerak, kalau tidak ingin melihat sekian tahun kedepan jumlah masyarakat miskin di daerah ini makin membengkak,’’ katanya.

Marlis yang juga mantan Kepala BKKBN Riau itu mengakui persoalan tidak semudah membalik telapak tangan, tapi harus dikerjakan secara bersama. ‘’Libatkan semua elemen yang ada, buat program pola kemitraan yang melibatkan masyarakat. Ajukan ke pusat. Saya sebagai salah seorang anak Riau yanag kini bertugas di pusat akan membantu untuk Riau,’’ katanya lagi.

Soal kekurangan tenaga penyuluh lapangan, marlis minta agar semua bupati/wali kota di Riau menyurati Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (Kemenpan) untuk meminta penambahan tenaga penyuluh KB. ‘’Ini serius, seperti yang langsung disampaikan Kemenpan di hadapan bupati/walikota se Indonesia beberapa waktu lalu. Yang menyurati itu harus wali kotanya atau bupatinya atau wakilnya. Tidak bisa BKKBN tidak bisa unit kerja, tapi harus bupati atau wali kota. Tolong juga surat itu ditembuskan ke BKKBN Pusat agar kami bisa juga memperjuangkan ke Men PAN,’’ katanya.

Sekarang ini kata Marlis, dari 33 provinsi, baru 20 provinsi yang sudah mengajukan permintaan penambahan tenaga PLKB. ‘’Dari 20 provinsi itu baru 38 kabupaten/kota yang telah menyurati Kemenpan. Lantas Riau bagaimana? Padaha ini juga solusi untuk membuka lapangan kerja baru di daerah,’’ katanya.

Marlis juga menyinggung sejumlah isu strategis di bidang kependudukan dan keluarga berencana, seperti soal pemantapan infrastruktur lini lapangan, peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat dalam program KB, pemantapan kemitraan dengan stakeholder, LSM dan sector swasta. Tujuh pilar kemitraan yang melibatkan lintas sektoral, legislative, LSM, media massa, penyandang dana, swasta, lembaga pendidikan serta organisasi professional.

Sementara itu, Kepala BKKBN Riau Drs Ary Goedadi menyatakan, pembangunan di bidang kependudukan dan Keluarga Berencana yang selama ini menjadi ikon Indonesia, sejak reformasi berubah total, termasuk di . Semangat Bahkan terjadi penurunan semangat dalam penanganan KB seiring terutama sejak desentralisasi dengan otonomi daerah. ‘’ Ini ditandai dengan meleburnya institusi di tingkat kabupaten/kota. Bahkan tenaga-tenaga yang dulu menjadi andalan BKKBN pun kian habis, temasuk tenaga penyuluh lapangan KB (PLKB). Ini kalau dibiarkan bias menimbulkan persoalan besar nantinya,’’ kata Ary Goedadi.(ril)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tuesday, 2 March 2010

‘’Ecological Suciede’’

. Tuesday, 2 March 2010
0 komentar

SUATU HARI saya diingatkan, kalau ingin hidup sehat, konsumsilah makanan yang sehat. Diantaranya, makanlah sayuran atau buah-buahan yang ada ulatnya, karena sayuran dan buah-buahan yang ada ulat itu umumnya bebas dari pestisida. Kalau beli ikan asin misalnya beli jugalah yang ada ulatnya, karena ikan asin yang ada latnya itu bebas dari zat pengawet, seperti formalin yang biasa digunakan untuk pengawet mayat, atau zat pengawet lainnya.


Kasus pestisida dan zat pengawet itu hanyalah sebagian kecil dari pola kehidupan atau peradaban manusia yang sangat mempengaruhi kerusakan alam beserta isinya. Masih banyak kasus lainnya, seperti penangkapan ikan dan terumbu karang yang memakai bom, pembabatan dan pembakaran hutan yang mengakibatkan kekeringan, meningkatnya CO2. Pemakaian kendaraan tanpa memikirkan emisi gas buang yang akan meningkatkan polusi udara dan masih banyak kasus lainnya.

Kasus demi kasus perusakan lingkungan dan alam semesta ini terus terjadi dari dulu hingga sekarang bahkan juga ke depannya. Bahkan tanpa disadari manusia pun sebenarnya telah melakukan ecological suciede atau bunuh diri dengan cara merusak alam.

Banyak hal yang menyebabkan semua itu. Sejumlah ahli demografi mengatakan bahwa salah satu penyebab terjadinya Ecological Suciede ini, karena jumlah Jumlah manusia di planet bumi sebenarnya sudah melebihi daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Untuk itu, harus ada upaya sungguh-sungguh agar pertumbuhan penduduk dapat terkendali karena planet ini sudah tidak mampu lagi menampung penduduk lebih banyak lagi.

Terjadinya perubahan iklim akibat ledakan penduduk berakibat buruk bagi produksi pangan, sehingga tidak heran kalau kita melihat di di beberapa daerah di Indonesia misalnya atau di berbagai belahan dunia terlihat miliaran penduduk terancam kelaparan.

Bahkan, Prof. Dr. John Beddington, Chief Scientific Adviser British Gov’t, seperti disampaikan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Keluarga Berencana dan kesehatan Reproduksi BKKBN, Dr Ida Bagus Permana, dalam Seminar dan Konsolidasi Nasional Ikatan Penulis Keluarga Berencana beberapa waktu lalu itu, mengatakan bahwa akibat perubahan iklim dan ledakan penduduk, menjelang tahun 2030 akan terjadi kelangkaan pangan, air, dan energi yang luar biasa yang memicu kerusuhan sosial dan konflik internasional karena akan terjadi migrasi besar-besaran dari daerah yang paling terkena dampak.

Ini pun dipertegas oleh Jeffrey D. Sachs dalam bukunya ‘’Common wealth’’ bahwa ada empat tantangan berat di dekade mendatang, yakni: Soal Pemanasan global dan kerusakan lingkungan. Laju pertumbuhan penduduk. Pengentasan kemiskinan. Kebuntuan politik yang menghalangi kerjasama global.

Tesis ini cukup beralasan, apalagi Thomas Robert Malthus mengatakan , ‘’ Penduduk meningkat seperti deret ukur, sementara produksi pangan meningkat seperti deret hitung.’’

Kondisi seperti inilah yang mengakibatkan manusia selalu mencari peluang sumber pangan, tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan. Akibatnya berbagai bencana terjadi kekeringan, tanah longsor, meningkatnya pemanasan bumi, kebakaran hutan dan sebagainya.

Lantas, apakah ada cara mengatasinya? jawabnya tentu ada. Salah satunya dengan cara mengendalikan pertumbuhan penduduk dunia, termasuk di Indonesia dan Riau. Sebab, pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali mempunyai kontribusi besar terhadap terjadinya kerusakan lingkungan yang bisa berujung pada “ekosida.’’

Makanya perlu pemahaman yang sama dari segenap komponen bangsa tentang penting dan strategisnya Program Kependudukan dan KB bagi pembangunan saat ini dan bagi pembangunan berkelanjutan di masa depan.

Kepedulian ini pun sebenarnya harus dimulai oleh pasangan keluarga di rumah tangga. Dengan kata lain, tidak perlu jumlah anggota keluarga banyak, kalau hanya jadi masalah di kemudian hari.

Langkah lainnya melakukan gerakan penghijauan guna meminimalisir peningkatan CO2, seperti yang dilaksanakan Riau Pos, sejak beberapa waktu lalu dengan yayasan save the erath yang peduli terhadap lingkungan.

Setelah melakukan gerakan penghijauan di kawasan waduk PLTA Kotopanjang, Kabupaten Kampar, hari ini (Sabtu 21 Februari 2010) Riau Pos pun melakukan hal yang sama di Pekanbaru, bekerja sama dengan Kwarda Gerakan Pramuka Riau.

Ini salah satu wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. mari kita selamatkan dunia, selamatkan anak cucu kita ke depan. Jangan lagi terjadi Ecological Suciede, hanya gara-gara ingin memenuhi kebutuhan hidup.***
note: sudah dimuat di Riau Pos edisi 21 Februari 2010.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Friday, 27 November 2009

Ibadah Kurban Dapat Mengokohkan Hubungan Sosial dan Ukhuwah Islamiah

. Friday, 27 November 2009
0 komentar

khutbah Idul Adha 1430 H

HARI ini 10 Zulhijah 1430 H bertepatan 27 November 2009 Masehi jutaan umat muslim diberbagai belahan dunia merayakan Hari Raya Idul Adha. Bagi mereka yang memiliki kelapangan rezeki, menjalankan ibadah naik haji ke Makkah sementara bagi yang belum menjalani ibadah di negeri masing-masing yang juga ditandai dengan pelaksaan shalat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban. Berikut khutbah Idul Adha 1430 H/2009 M yang disampaikan oleh Drs Hajar Hasan MA (Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Susqa Pekanbaru)di hadapan umat muslim di Jalan Ciptakarya, Kecamatan Tampan Pekanbaru.



Allahu akbar 3x walilla ilham

Puji syukur kehadiran Allah SWT yang telah melimpahkan berbagai nikmat dan karunia-Nya kepada kita semua. Dengan nikmat tersebut diharapkan agar manusia senantiasa ingat kepada-Nya. Selain itu nikmat tersebut harus pula sebagiannya diserahkan untuk kepentingan sosial kemasyarakatan, sebagai wujud rasa persaudaraan. Shalawat dan salam kita sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, semoga Allah senantiasa melimpahkan kesejahteraan kepadanya, para sahabat beserta pengikutnya.

Ditengah suasana penuh kedamaian dan keberkahan ini, dimana setiap orang diliputi dengan penuh rasa kesyukuran, rasa kebahagiaan dan kegembiraan, mari kita tingkatkan kualitas keimanan dan derajat ketaqwaan kepada Allah. Pada hari ini umat Islam diberbagai belahan dunia, mereka berbaris menuju tempat – tempat shalat I’d, meskipun mereka berbeda dalam status sosial dan profesi yang mereka tekuni, tapi mereka tetap satu langkah dalam barisan, satu pandangan dalam Islam, satu keyakinan dalam iman dan satu kalimat dalam ucapan, yaitu Allahu akbar walilla ilham, sebagai tanda kesyukuran kepada Allah.

Hari ini umat Islam merayakan hari raya Idul Adha, adalah bukti keikhlasan, kepatuhan, kepasrahan dan ketaatan kaum muslimin kepada perintah Allah, hari raya Idul Adha juga sebagai hari persatuan, persaudaraan dan solidaritas umat Islam sedunia. Oleh karena itu, hari raya Idul Adha mempunyai arti dan makna penting bagi umat Islam, untuk menatap masa depan yang lebih baik.

Allahu akbar 3x walilla ilham
Bagi saudara – saudara kita yang mempunyai kemampuan dan kesanggupan pada saat ini mereka sedang melaksanakan ibadah haji di tanah suci dalam rangka memenuhi panggilan illahi dan untuk menyempurnakan rukun Islam kelima, sebagai realisasi Iman dan taqwa kepada Allah. Seperti firman Allah yang artinya: “ Kewajiban atas orang – orang yang mempunyai kemampuan untuk melaksanakan ibadah haji ke Baitullah ”

Pada tanggal 9 Zulhijjah 1426 H kemaren, padang pasir arafah yang semula merupakan tempat yang sunyi sepi yang dihiasi bukit – bukit batu sekitarnya, berubah menjadi lautan manusia yang dihiasi dengan ribuan kemah dengan aneka ragam, suasana sunyi sepi berganti dengan gema tahlil, talbiah, takbir dan tahmid.

Ukuf di Arafah adalah merupakan puncak dari proses rangkaian kegiatan ibadah haji. Kegiatan arafah saat yang paling mendebarkan dan menentukan dari seluruh rangkaian perjalanan ibadah haji. Disela – sela suara takbir, tahmid, tahlil dan talbiah sering terdengar suara isak tangis anak manusia yang menyadari akan kesalahan – kesalahan dan dosa – dosa yang terlanjur atau yang sering dilakukan selama hidupnya, menyesali semua kesalahan dosa – dosanya seraya memohon doa kepada Allah dan bertaubat untuk tidak mengulanginya lagi. Lihatlah hamba – hambaku datang memenuhi panggilan-Ku dengan rambut kusut masai-penuh debu, mereka datang dari berbagai penjuru dunia yang jauh, mengharap ampunan, ridho dan surga-Ku. Andaikan dosa mereka sebanyak bilangan butir pasir dipantai atau sejumlah butir hujan akan aku ampuni dosa mereka, demikian sabda Rasulullah.

Allahu akbar 3x walilla ilham
Jema’ah haji dari berbagai bangsa, bahasa dan latar belakang budaya yang berbeda, ditempat ini mereka berzikir dan memuji Allah dalam bahasa yang sama, berpakaian yang sama, tujuan yang sama pada saat itu tidak ada beda antara yang kaya dan yang, pejabat dengan pegawai biasa, penguasa dengan rakyat biasa, terpelajar atau orang biasa.

Pangkat, jabatan dan gelar kehormatan yang sering digunakan oleh sebagian orang untuk menganggap dirinya super dan merendahkan orang lain, ketika itu ditinggalkan. Pakaian kebesaran yang dipakai untuk menakuti orang kecil dan lemah, dilepaskan. Ketika itu semua sama dihadapan Allah, semua kecil bahkan teramat kecil didepan penguasa alam semesta ini.

Ibadah haji bukan hanya mengandung nilai pahala, tapi yang tak kalah penting, bagi orang yang melaksanakannya akan dapat melihat jati diri yang sesungguhnya, sehingga muncul sikap keinsyafan terhadap perbuatan salah yang pernah dilakukan, sehingga sikap dan perbuatannya setelah haji senantiasa menyenangkan orang, dimana ia berada selalu pula menjadi panutan bagi orang yang sekitarnya. Itulah sebagai tanda mereka memperoleh haji mabrur.

Diantara hikmah ibadah haji adalah menyadarkan bahwa setiap manusia tidak berbeda dihadapan Allah, kecuali ketakwaannya. Kesadaran ini mengikis sifat angkuh dan sombong yang ada pada manusia.

Allahu akbar 3x walilla ilham
Salah satu karakteristik Islam yang sekaligus menempatkannya sebagai agama paripurna adalah ajarannya merupakan aturan hidup manusia yang lengkap. Oleh karena itu, Islam dapat dipandang sebuah sistem yang memberikan pedoman dan ketentuan untuk seluruh kehidupan. Lebih dari itu Islam telah membawa ajaran yang menyeluruh dan terpadu. Islam tidak membagi kehidupan dalam dua kutub yang terpisah, yaitu antara kepentingan material dan spiritual ( duniawi dan ukhrawi ). Dalam Islam keduanya merupakan satu kesatuan yang integral bagi kehidupan manusia. Ini adalah konsekuensi logis dari pandangan Islam yang melihat bahwa manusia merupakan perpaduan yang utuh dan bermakna antara unsur jasmani dan unsur rohani.

Lengkapnya aturan hidup yang didasarkan Islam tersebut, tercermin pula pada penekanannya terhadap pentingnya keseimbangan antara individu dan masyarakat dalam satu tatanan sosial yang damai dan harmonis. Ini berarti pula bahwa Islam pada satu sisi memandang setiap individu bertanggung jawab kepada Allah, tetapi di sisi lain, ia pun terpanggil untuk mengembangkan rasa tanggung jawab sosial. Oleh sebab itu, menjadi kewajiban bagi orang yang mampu untuk memberikan bantuan kepada mereka yang tidak mampu melalui ibadah kurban.

Kurban adalah suatu ibadah yang di latar belakangi oleh peristiwa yang terjadi antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ketika itu, Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putra tercintanya, Ismail namanya. Seperti kita ketahui, Ismail adalah putra satu – satunya anak Nabi Ibrahim. Ismail merupakan buah hati dan belahan jiwanya. Ketika Ismail sedang meningkat remaja, datang perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelihnya. Kisah tersebut diabadikan oleh Allah dalam surah As Safat ayat 100.

Dilihat dari segi kemanusiaan, Nabi Ibrahim tidak tega menyembelih putra kesayangannya. Namun disisi lain, ia yakin bahwa ia sedang diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih Ismail. Akhirnya Nabi Ibrahim dengan penuh keyakinan ia laksanakan perintah Allah tersebut. Dilain pihak, Ismail tanpa gentar dan takut menghadapi kematian itu. Akhirnya, Nabi Ibrahim, Ismail dan ibunya pasrah melaksanakan penyembelihan itu, dan ketika pisau akan menyentuh leher Ismail, dengan kehendak Allah, Ismail ditukar dengan seekor kibas. Dengan demikian terselamatkanlah Ismail dari kematiannya ketika itu.

Kisah itu sudah berlalu, namum suatu hal yang perlu kita catat dankita ambil hikmahnya, yaitu ketulusan dan keikhlasan Nabi Ibrahim dalam melaksanakan perintah Allah. Dengan sifat ketulusan dan keikhlasan itulah, Nabi Ibrahim tidak ragu mengorbankan anaknya. Disisi lain, sifat kesabaran dan kepatuhan Ismail dapat pula dilambangkan sebagai suatu ketaatan dan kepatuhan anak kepada perintah orang tuanya.

Sifat ketulusan dan keikhlasan Nabi Ibrahim melahirkan suatu semangat korban yang perlu kita laksanakan dalam kehidupan. Dalam ibadah korban selain mengandung nilai pahala, juga mengandung nilai sosial kemasyarakatan. Sekalipun korban merupakan ibadah sunat, namun ia sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Karena dengan korban itu, ia mensyukuri nikmat yang dianugerahkan Allah kepadanya.

Allah berfirman dalam surat Al Kautsar yang artinya:
Artinya : “ Sesungguhnya kami telah memberikan nikmat yang banyak kepadamu, untuk itu kerjakanlah shalat dan berkorbanlah ”

Harta, pangkat, keluarga dan jabatan adalah nikmat yang Allah titipkan sementara, dan bila Allah berkehendak untuk mengambilnya hanya sekejap mata. Seperti yang dialami oleh saudara kita di Aceh.

Setiap helai bulu binatang yang dikorbankan mengandung kebajikan, yang diterima oleh orang yang melakukan kurban. Oleh sebab itu, bagi orang yang telah mempunyai kemampuan untuk berkorban, tetapi ia tidak mau melaksanakannya, Nabi memberikan peringatan keras, sabdanya yang artinya : Barang siapa yang mempunyai kelapangan rezki tapi tidak mau berkorban, maka janganlah mendekati tempat – tempat shalat kita.

Allahu akbar 3x walilla ilham
Setiap ibadah dalam Islam mengandung nilai sosial dan pesan moral. Nilai yang terkandung dalam ibadah korban agar kita mensyukuri nikmat Allah dengan menyisihkan sebagiannya untuk membantu saudara – saudara kita yang terhimpit berbagai kemelut dan persoalan hidup, seperti saudara – saudara kita di Aceh yang terkena gempa dan tsunami, mereka kehilangan harta benda, anak, ibu, bapak dan saudara bahkan nyawa. Dan membantu saudara – saudara kita yang tertindas, tertindas karena ditekan oleh orang lain secara fasih, politik, ekonomi, seperti yang dialami oleh saudara – saudara kita diberbagai belahan dunia.

Begitu pula terhadap saudara – saudara kita yang lain, yang tertindas secara ekonomi, karena mereka memang tidak berpunya. Banyak hasrat dan cita – cita terpendam dan sirna, karena tidak punya harta untuk menggapainya.

Semangat hari raya kurban mempunyai arti penting bagi kita semua, karena kita masih berada dalam kondisi yang belum menguntungkan, masih terporak dalam krisis yang sulit diramalkan entah kapan berakhirnya. Seakan – akan kita kembali kezaman purba. Kebenaran tidak lagi menjadi milik bersama, tetapi hanya dikuasai oleh kelompok tertentu. Perkelahian, pembunuhan, perampokan dengan berbagai dalil dan main hakim sendiri sebagai ciri masyarakat primitif ternyata tumbuh subur di era reformasi ini. Dan kebijakan yang diambil penguasa seakan memperlengkap penderitaan masyarakat.

Allahu akbar 3x walilla ilham
Tidak ada kekuatan yang dapat diharapkan untuk mengatasi semua permasalahan tadi, kecuali dengan rahmat Allah, zat Maha Kuasa yang ajarannya dimarjinalkan dalam kehidupan kita. Namun perlu diingat bahwa rahmat itu tidak akan turun begitu saja, harus ada syarat yang harus dipenuhi yaitu kembali kepada ajaran agama secara total, dan rekat kembali tali persaudaraan yang sudah mulai rusak akhir – akhir ini. Oleh sebab itu kita harus melakukan perubahan dalam berbuat, bersikap dan berpikir kearah yang benar yang di ridhai ilahi. Perilaku kita yang perlu dirubah adalah sikap mengenyampingkan ajaran Islam dan ilmu pengetahuan dalam praktek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang di ridhai-Nya dan yang dirahmati-Nya.

Akhirnya kita semua bermohon kepada Allah, kiranya Allah senantiasa membimbing kejalan yang benar, untuk membangun ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah persaudaraan serta mengkokohkan hubungan sosial yang baik dalam hidup bermasyarakat dan menghilangkan sifat tamak, sombong, angkuh dan merasa benar sendiri.***

Klik disini untuk melanjutkan »»

Monday, 23 November 2009

Dumai Express Pecah, 30 Tewas

. Monday, 23 November 2009
0 komentar

KARIMUN (RP) - Kapal Feri Dumai Express 10 milik PT Lestari Indoma Bahari yang berangkat dari Sekupang, Batam tujuan Dumai, tenggelam. Bagian depan kapal ini pecah setelah dihantam gelombang diperkirakan setinggi 3-4 meter di Perairan Yu Kecil atau Takong Hiu di Kabupaten Karimun atau sekitar 8 mil dari Pelabuhan Tanjungbalai Karimun.


Kapal naas ini tenggelam Ahad (22/11), sekitar pukul 09.30 WIB, atau satu setengah jam perjalanan dari Batam. Lokasi tenggelamnya kapal, berada di 01. 12. 500 U dan 103. 20. 3.30 T.

Data korban, menurut Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) SAR Tanjungpinang, Budi Cahyadi , hingga pukul 20.30 WIB tercatat 30 orang penumpang ditemukan tewas.Data dari RSUD Tanjung Balai Karimun hingga pukul 18.30 WIB, korban tewas tercatat 28 orang. Sementara korban selamat yang telah berhasil dievakuasi berjumlah 248 orang. Sedangkan data dari Depertemen Kesehatan (Depkes) hingga pukul 21.30 WIB malam tadi, korban meninggal menjadi 29 orang. Menurut Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes, Rustam S Pakaya korban, selamat 245 orang sementara 17 orang masih hilang. Total jumlah penumpang 278 orang.

Boru Tampubolon, salah seorang penumpang yang selamat kepada RPG menyebutkan, saat peristiwa pecahnya feri ini, dirinya duduk pada bagian bawah atau palka kapal. Saat itu, kata Boru Tampubolon, kapal tiba-tiba saja menjadi oleng setelah dihantam gelombang.

Akibatnya, penumpang yang semula duduk tenang di dalam kapal, menjadi panik. Mereka langsung berdiri. Bahkan ada yang menangis, berteriak dan mengucapkan kalimat mengucapkan pujian kepada Allah.

“Sebelum kapal pecah, terlebih dulu dilambung ombak dan akhirnya pecah pada bagian depan kapal dan air langsung masuk,” ujarnya yang masih terlihat trauma.

Melihat kejadian ini, dia berusaha menyelamatkan diri dengan mengambil life jacket dan memegangnya. Begitu juga dengan penumpang yang lain terlihat panik semuanya. Apalagi dengan hitungan menit air masuk ke dalam kapal pada bagian depan.

Melihat itu, penumpang yang berada di bagian depan kapal langsung berlarian ke belakang. Sebagian di antara mereka ada yang mengambil barang-barang dan life jacket (jaket pelampung) yang berada di bawah kursi dan bagian plafon kapal. Akibatnya, kapal menjadi bertambah oleng.

Dikatakan penumpang lain, sebelum kapal tenggelam, ABK kapal sempat memberikan petunjuk kepada penumpang, bahkan tiga buah sekoci pun sempat diturunkan untuk membantu penumpang. “Setelah dihantam gelombang, ada sekitar 15 menit, kapal mengapung sebelum akhirnya tenggelam ke dasar laut,” ujarnya.

Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Edwin secara terpisah kepada RPG menyebutkan, berdasarkan manifest jumlah penumpang yang ada di dalam feri Dumai Express 10 sebanyak 213 orang. Namun, berdasarkan keterangan dari nakhoda kapal, Johan Hutajulu yang selamat menyebutkan sebanyak 255 orang ditambah dengan 14 orang kru kapal.

“Pengakuan nakhoda kapal yang selamat menyebutkan, pada saat kapal pecah dihantam ombak terjadi sekitar pukul 09.28 WIB. Dan, tenggelam pukul 10.00 WIB. Jadi, lebih kurang setengah jam kapal tenggelam,” ujarnya. Sebelumnya, Nahkoda kapal juga sempat meminta bantuan kepada petugas Pelabuhan Tanjungbalai Karimun dan memberitahu posisi mereka. Saat itu, informasinya mereka berada kurang satu 1 mil menjelang Takong Hiu.

Mendapatkan informasi ini, petugas pelabuhan langsung memberikan bantuan. Kapal yang pertama diberangkatkan adalah kapal Ocean Indoma disusul kapal Baruna. Ketika itu, kedua kapal ini sedang merapat di ponton. “Kita langsung perintah kapal yang ada untuk berangkat dan memberikan bantuan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Cendra.

Setelah kapal ini berangkat, atau sekitar satu jam kemudian baru menyusul kapal Dumai Express 8 yang baru membawa penumpang dari Batam tujuan Tanjungbalai Karimun.

Bupati Karimun, Nurdin Basirun yang sudah berada di ponton pelabuhan domestik, langsung naik ke kapal tersebut berniat untuk turun serta mengevakuasi penumpang. Perjalanan menuju lokasi yang berjarak sekitar 8 mil ini cukup sulit, apalagi gelombang besar siap menghadang. Ketinggian diperkirakan mencapai 3-5 meter.

Akibatnya, Dumai Ekpres 5 pun harus memutar haluan menghindari gelombang. Melihat itu, Nurdin pun langsung mengambil alih mengendalikan kapal hingga sampai ke lokasi kejadian. Di sana sudah terlihat tiga kapal yang memberikan bantuan yakni milik Lanal Tanjungbalai, Baruna dan Ocean.

Tak hanya itu, satu sekoci bermuat penumpang yang selamat sedang coba dievakuasi oleh feri Baruna. Sekoci ini diikatkan menggunakan tali lalu ditarik mendekati kapal. Namun karena tingginya gelombang disertai angin kencang hingga pukul 12.10 WIB penumpang belum bisa dinaikkan ke atas kapal. Mereka baru bisa dievakuasi setelah kapal berukuran kecil milik PT Pelindo yang baru datang serta Lanal Tanjungbalai ikut membantu. Pasalnya, korban yang selamat tidak bisa naik ke atas kapal Baruna karena dihempas gelombang.

Begitu mereka berhasil dinaikkan ke atas Kapal Pelindo dan Lanal, penumpang yang selamat langsung dibawa ke pulau mercusuar Takong Hiu yang dijaga TNI AL, di sana juga ada Pos AL. Jaraknya tak terlalu jauh jauh dari lokasi kejadian. Seluruh penumpang diturunkan di sana.

Nurdin yang berada di atas kapal Dumai Express 5 langsung memanggil perahu nelayan yang berada di lokasi. Bersama lima orang anggota, mereka langsung menuju ke pulau tersebut. Setelah itu, sekitar 40 korban yang berhasil diselamatkan dinaikkan ke atas feri Baruna yang merapat ke dermaga Takong Hiu. Dan mereka langsung dibawa ke Tanjungbalai Karimun.

Menurut Rusdianto, seorang warga Tanjung Balai Karimun Kepulauan Riau yang ikut bersama Bupati Karimun dan Tim SAR melakukan evakuasi dan pencarian terhadap korban, sejumlah kapal tengker dan kapal-kapal nelayan sudah berupaya mencari korban. Sementara Kapal Dumai Expres 10 yang tenggelam tersebut belum ditemukan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Indra Munazir, dihubungi melalui selulernya mengaku dirinya sedang berada dalam kapal Dumai Expres 5 bersama Bupati Karimun ikut mengevakuasi korban yang terapung-apung di perairan Karimun. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya dari tim SAR yang melakukan evakuasi, bahwa secara pasti korban yang selamat dan yang belum diketahui belum dapat dilaporkan karena tim SAR masih melakukan evakuasi dan pencarian.

Sementara itu, menurut Edwin, hingga malam tadi, jumlah penumpang yang berhasil selamat dan dievakuasi ke darat sebanyak 218 orang. “Sedangkan korban yang meninggal sampai dengan pukul 18.30 WIB sudah tercatat sebanyak 23 orang,” ungkap Edwin yang turun langsung melakukan evakuasi ke lokasi kejadian.

Selain dibantu oleh kapal feri, penumpang yang selamat juga dibantu oleh kapal nelayan yang kebetulan berada di sekitar perairan tersebut. Mereka yang selamat langsung dibawa ke Pelambung, Pasir Panjang oleh nelayan setempat. Jumlahnya mencapai sekitar 40 orang. Total kapal nelayan yang membawa penumpang selamat ke Pelambung, mencapai lima unit kapal.

Dikatakan Edwin, feri Dumai Express 10 yang berangkat dari Batam langsung Dumai tidak over kapasitas. Karena, berdasarkan data yang ada, kapasitas kapal yang tenggelam tersebut sebanyak 265 orang. Selain itu, alat keselamatan Dumai Expres 10 dapat berfungsi dengan baik. Seperti tiga unit life craft berhasil digunakan. Data sementara yang dihimpun RPG, sebagian besar korban yang tewas tenggelam adalah 9 orang wanita dewasa dan satu orang pria dewasa. Kemudian, seorang bayi perempuan serta dua orang yang masih anak-anak ikut menjadi korban. Sedangkan yang dirawat di RSUD sebanyak 13 orang.

Selebihnya, dievakuasi ke Lanal TBK dan kediaman dinas Bupati Karimun yang langsung dijadikan posko. Terlihat para pimpinan unsur Muspida ikut membantu korban yang terkena musibah.

Informasi yang dihimpun RPG, salah satu korban yang ikut tewas termasuk Bohin alias Boeng, Bos Feri Dumai Express yang berada di dalam Dumai Express 10. Dia ditemukan sekitar pukul 14.30 WIB oleh kapal Feri Dumai Ekpres 19 yang turun membantu mencari korban.

Hal ini dibenarkan Bahtiar, selaku Plh Syahbandar Tanjungbalai Karimun ketika dikonfirmasi RPG. “Memang benar Boeng, pemilik Dumai Express ikut menjadi korban dan sudah dievakuasi oleh Feri Dumai Expres 19 yang ikut melakukan pencarian korban,” paparnya.

Selain Feri Dumai Expres 10 yang mengalami musibah, Feri Dumai Expres 15 dan Marina 10 yang dicarter penumpang dari Batam tujuan Moro untuk menghadiri perayaan Hari Khatina kandas terkena karang di perairan Pasai, Keban sekitar pukul 10.00 WIB.

Sekitar 500 orang penumpang dari kedua kapal dibantu oleh kapal pompong nelayan dan speed boat untuk dievakuasi ke darat. Sedangkan, kedua kapal feri berhasil lepas dari karang setelah menunggu air laut pasang. Kedua kapal tidak melanjutkan perjalanan, melainkan pulang kembali ke Batam.

Kakanpel: Semua Kapal Laik Layar
Hingga pukul 17.00 WIB kemarin, pelayaran kapal domestik dari Batam ke sejumlah daerah tetap normal dan mendapat izin syahbandar di Pelabuhan Sekupang. Padahal Direktorat Perhubungan Laut melalui Kantor Pelabuhan Batam resmi menutup jadwal pelayaran dari Batam ke daerah lain.

Beberapa agen pelayaran domestik yang dihubungi RPG mengakui kapal-kapal mereka tetap berlayar walau jadwalnya mengalami penundaan beberapa jam pasca insiden tenggelamnya tiga kapal domestik Ahad (22/11). “Kami belum tahu atau mendapatkan surat pemberitahuan penutupan pelayaran itu,’ kata seorang staf salah satu kapal domestik di Pelabuhan Sekupang kemarin.

Masih kata wanita yang enggan menyebutkan namanya itu, pelayaran ke Tanjungbalai Karimun dengan jasa pelayaran kapal mereka akan tetap berlangsung karena semua penumpang telah mengantongi tiket dan siap diberangkatkan sekitar pukul 17.00 WIB.

Padahal, Kepala Kantor Pelabuhan Batam Rocky Achmad telah menegaskan sejak terjadinya musibah kecelakaan tiga kapal domestik itu, Ditjen Perhubungan Laut telah memerintahkan tutupnya pelayaran domestik dari Batam ke daerah lain hingga batas waktu yang tidak ditentukan menunggu keputusan dari Dirjen Hubla.

“Mulai hari ini pelayaran ditutup. Waktu kapan dibuka lagi biar Dirjen yang menjawabnya, pelayaran kembali dibuka tergantung kondisi cuaca,” ujar Rocky Achmad di Pelabuhan Sekupang, Ahad (22/11) sore. Ketika ditanya penyebab kecelakaan tiga kapal naas itu, Rocky mengaku belum mengetahui pastinya dengan alasan masih diselidiki. Ia juga menegaskan, tiga kapal yang celaka itu masih laik layar dengan kapasitas penumpang normal yakni tidak adanya over kapasitas. “Semua kapal sudah diperiksa dan laik layar kok,” ujarnya.

Gubri Turut Berduka
Musibah ini juga memantik keprihatinan dari Pemerintah Provinsi Riau. Bahkan Pemprov beserta aparat terkait akan melakukan koordinasi secepat mungkin dalam hal penanggulangan masalah ini. “Kita sangat berduka atas peristiwa ini,’’ kata Gubernur Riau HM Rusli Zainal, malam tadi.

Ditanya berapa jumlah warga Riau yang terkena musibah, Rusli Zainal belum bisa menjelaskan. Karena saat ini pihaknya masih menunggu hasil laporan. “Kita belum tahu berapa jumlah warga Riau yang terkena musibah. Yang jelas kita turut berduka atas peristiwa ini,’’ ujarnya.

Polda Riau Turunkan Tim SAR
Dari Pekanbaru dilaporkan, meskipun tempat kejadian perkara berada di wilayah hukum Polda Kepulauan Riau, namun Polda Riau turut memberikan bantuan. Riau mengirimkan tim SAR untuk memperkuat dan memaksimalkan upaya yang dilakukan tim dari Kepulauan Riau.

Kapolda Riau Brigjen Pol Drs Ajdie Rustam Ramdja melalui Plh Kabid Humas AKP Aprizal mengatakan, Polda Riau merasa sangat prihatin dengan kecelakaan ini. Untuk menghindari kecelakaan lain, Polda Riau mengimbau kepada para pengguna jalur perairan untuk lebih berhati-hati dalam melaut. Mengingat saat ini gelombang laut sangat tinggi, hingga mencapai dua meter.

Tidak hanya bagi para nelayan, Polda Riau juga mengimbau kepada kapal pelayaran angkutan penumpang untuk mewaspadai bahaya gelombang di perairan Riau sekarang ini. ‘’Kita minta baik kepada para nelayan maupun kapal angkutan penumpang untuk lebih berhati-hati,’’ ungkap Aprizal. ‘’Kepada keluarga korban yang ditimpa musibah, kami dari Polda Riau turut berbelasungkawa atas musibah tenggelamnya kapal Dumai Expres 10 ini,’’ katanya.(san/bni/d/rpg/lim/new/kaf/fia
berita ini dimuat di Riau Pos edisi Senin 23-11-2009

Klik disini untuk melanjutkan »»

Thursday, 10 September 2009

Awas, Ledakan Penduduk Usai Lebaran

. Thursday, 10 September 2009
0 komentar

Baby Boom Masih Jadi Momok Menakutkan di ‘’Negeri Gula’’

PEMUDIK jangan lagi membawa tenaga kerja di desa ke kota, kalau itu nantinya akan jadi beban baru di kota. Ingat, hidup di kota tidak jauh lebih baik dibanding di desa, kalau tidak memiliki skill yang dibutuhkan.


BEBERAPA hari lagi puasa usai—menyusul datangnya Hari Raya Idul Fitri 1430 H. Pada masa-masa seperti ini biasanya diwarnai dengan terlihat tradisi mudik lebaran yang dilakukan peduduk yang bermukim di sejumlah kota di tanah air—termasuk kota-kota yang ada di Riau.

Kegiatan mudik atau ‘’pulang basamo’’ itu tidak hanya dilakukan oleh para penduduk legal, tapi juga yang illegal dalam artian mereka yang datang ke kota sebelumnya tampa melapor atau tercatat sebagai penduduk kota. Jumlahnya pun cukup banyak, baik berprofesi sebagai pedagang, kuli bangunan, buruh kasar bahkan juga gelandangan dan pengemis. Secara bergelombang—beberapa hari menjelang lebaran bahkan juga pada hari lebaran itu pun mereka ada yang meninggalkan kota menuju kampung halaman untuk berkumpul sanak saudara—atau ada juga yang hanya sekadar jalan-jalan.

Di Pekanbaru sendiri misalnya para pemudik mayoritas memadati arus lintas barat dengan sasaran Sumatera Barat. Karena memang mayoritas penduduk Kota Pekanbaru diisi oleh pendatang dari Sumbar. Selain itu juga tidak sedikit yang memadati arus utara dengan daerah sasaran Sumatera Utara dan Aceh, menyusul lintas selatan menuju ke Jakarta dan ke sejumlah daerah lainnya di Povinsi Riau sendiri.

Tidak berapa lama setelah lebaran, biasanya pemandangan yang sama kembali terlihat. Kalau tadi penduduk kota yang mudik ke desa, maka setelah lebaran mereka pun kembali berbondong-bondong ke kota untuk mencari penghidupan karena beranggapan bahwa hidup di kota lebih menjanjikan dibanding di desa.

Mereka menilai kota-kota termasuk yang ada di Riau ibarat gula manis yang selalu jadi inceran semut-semut. Sehingganya yang melakukan arus balik setelah lebaran itu tidak hanya orang-orang kota yang sebelumnya mudik, tapi juga diboncengi oleh pendatang baru.

Kalaulah para pendatang baru itu merupakan tenaga potensial yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja di perkotaan mungkin tidak akan masalah—walaupun untuk mencari lapangan pekerjaan di kota sebenarnya semakin sulit. Persoalan akan muncul apabila yang datang ke kota itu adalah tenaga potensial yang tidak memiliki skill atau keahlian tertentu yang dibutuhkan di kota.

Bahkan kalau yang datang ke kota itu berasal dari kalangan keluarga miskin dengan jumlah anakn banyak akan menjadi persoalan baru di bidang kependudukan di kota.

Jumlah pengangguran dipastikan akan makin banyak, tingkat kemiskinan akan membengkak. Dan ini akan jadi masalah social lainnya, seperti kurangnya tingkat layanan kesehatan, sulitnya mendapatkan akses pendidikan bagi anak-anak dan persoalan lainnya.

Bahkan bukan tidak mungkin akibat minimnya akses kesehatan bagi pendatang baru dari kalangan keluarga tidak mampu (miskin) akan mengakibatkan pertumbuhan penduduk miskin yang disebabkan angka kelahiran kan makin bertambah.

Kelompok-kelompok keluarga miskin dengan jumlah anggota keluarga (anak) banyak ini pun akhirnya mengakibatkan jumlah penduduk miskin baru. Jika ini yang terjadi, maka momok yang menakutkan—‘’baby boom’’ itu dating juga. Ini jelas akan menjadi beban social yang amat berat bagi pemerintah ke depannya.

Padahal sebaliknya—banyak yang tak paham bahwa sebenarnya hidup di desa yang lebih menjanjikan dibanding di perkotaan asalkan ada kemauan untuk berkarya, berbuat dan berkembang. Hidup sebagai pertanian, peternakan, di bidang perikanan atau wiraswasta dan sebagainya di desa akan lebih baik dibanding jadi pemulung, kuli kasar atau sejenisnya di kota.

Untuk mengantisipasi hal itu perlu upaya bersama, yang tidak hanya dating dari pemerintah semata, tapi juga semua lapisan masyarakat, lembaga social untuk mengkampanyekan bahwa hidup di kota tidak lebih baik disbanding di desa. Bahkan kepada para pemudik pun harus diingatkan bahwa tidak perlu membawa warga tenaga kerja di desa ke kota, kalau nanti akan jadi masalah baru di kota. Ini penting untuk menghindari terjadinya ledakan penduduk di ‘’negeri gula’’ yang bernama kota.

Akhirnya selamat mudik, selamat Idul Fitri 1430 H, minnal aidin wal faizin, maaf zahir dan bathin. (Pekanbaru, 20 Ramadhan 1430 H)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Monday, 24 August 2009

Kejujuran

. Monday, 24 August 2009
0 komentar

Ketika Saya melewati salah satu ruas jalan di Kota Pekanbaru, terlihat betapa banyak kendaraan roda dua dan empat yang parkir di sebuah warung yang tertutup kain spanduk. Namun dari mobil yang saya kendarai terlihat jelas aktivitas makan dan minum di siang hari di bulan Ramadhan ini. Muslimkah mereka? Puasakah mereka, dan jujurkah mereka pada diri sendiri, keluarganya dan juga pada Allah sang maha mengetahui?

Dalam kondisi carut-marutnya kehidupan bermasyarakat dan bernegara, persoalan kejujuran masih menjadi topik hangat untuk dibicarakan. Bahkan bila dikaitkan dengan system pemerintahan di berbagai lini yang sarat dengan slogan KKN (kolusi, korupsi dan nepotisme), masalah kejujuran ini pun masih jadi batu penyandung untuk menjalankan system pemerintahan yang bersih dan beribawa.

Betapa tidak, untuk persoalan sekecil apa pun masalah kejujuran selalu terabaikan. Sebut saja misalnya di bidang administrasi kependudukan. Untuk membuat sebuah kartu tanda penduduk (KTP) saja masih terlihat ketidak jujuran sejumlah oknum di mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan atau desa bahkan hingga ke tingkat kecamatan. Ketidak jujuran itu bisa saja terlihat dalam hal pembebanan biaya tinggi pada masyarakat, yang mungkin mengatasnamakan pejabat yang lebih tinggi, meski sebenarnya tidak demikian atau mungkin benar adanya. Peluang pun terlihat apabila si pemohon tidak melengkapi persyaratan dan sebagainya.

Di bidang pendidikan juga demikian. Meski pemerintah telah menyatakan akan menghadirkan pendidikan murah. Namun semua itu hanya retorika belaka yang sulit untuk dibuktikan dalam realita di lapangan. Tidak sedikit masyarakat atau pun orang tua murid yang mengeluh bahkan menjerit, karena biaya pendidikan relative tinggi. Mulai dari level Sekolah dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi. Baik terkait biaya buku, uang bangku dan sebagainya. Meski upaya antisipasi telah dilakukan dengan menerapkan dana BOS (biaya operasional sekolah), namun realitanya tidaklah demikian. Dana BOS yang diharapkan mampu meringankan biaya orang tua malah diduga dinikmati sejumlah oknum sekolah.

Demikian juga halnya dalam hal mendapatkan pekerjaan yang layak seperti diisyarakatkan dalam UU. Bahkan tidak jarang kita mendengar untuk dapat bekerja di satu instansi, calon tenaga kerja harus mengorek kocek yang cukup tebal hanya sebagai uang pelicin. Bahkan hal serupa pun terlihat dalam dunia pendidikan, ekonomi, penegakkan hukum dan sebagainya. Meski pun belakangan kita mendengar adanya pendirian warung jujur, sekolah jujur yang pada dasarnya juga belum tentu jujur.

Dan masih banyak kasus-kasus ketidak jujuran yang terlihat dalam realita kehidupan di masyarakat dewasa ini, meski pun negara, undang-undang, bahkan juga agama apa pun tidak mengajarkan demikian. Padahal kita berharap agar dalam kehidupan, baik di rumah tangga, masyarakat maupun kehidupan bernegara selalu berlandaskan pada sikap jujur.

Islam sebagai agama rahmatan lil a’lamin atau atau rahmat bagi alam semesta—jauh-jauh hari telah mengajarkan pada umatnya. Sejak sesorang itu masih dalam kandungan hingga menemui ajalnya. Salah satu praktiknya adalah melalui ibadah puasa baik puasa di bulan Ramadhan maupun puasa di bulan-bulan lainnya.

Ibadah puasa sangat syarat dengan pesan kejujuran pada diri sendiri. Sebab yang akan mengetahui seseorang itu berpuasa atau tidak adalah dirinya sendiri dan Allah SWT. Makanya pula imbauan ibadah puasa hanya ditujukan pada orang-orang yang beriman seperti yang difirmankan Allah dalam Alquran ‘’Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan pada kamu berpuasa, seperti diwajibkan pada orang-orang sebelum kamu, semoga kamu masuk orang yang bertakwa’’.

Artinya ibadah puasa hanya akan terlaksana pada orang orang yang beriman, yang percaya bahwa ada yang mengawasinya, yakni Allah yang maha tahu. Di sinilah sikap jujur itu dipertaruhkan.

Sebab, bisa jadi seseorang itu di rumah berpuasa—sahur, ya sahur, selagi di rumah masih menahan lapar dan haus karena malu kepada keluarga. Namun setelah keluar dari rumah mereka pun menzalimi diri sendiri dengan cara membatalkan puasa. Dan setelah kembali ke rumah mereka pun seolah-olah berpuasa.

Inilah salah satu tanda-tanda orang yang tidak jujur kepada diri sendiri, kepada keluarga, kepada masyarakat dan bahkan juga Allah SWT. Mereka tidak menyadari bahwa sesungguhnya ada yang mengawasinya selain manusia atau diri sendiri, tapi Allah SWT. Semoga dengan menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan 1430 H ini, kita menjadi orang-rang yang jujur. Amin,…….

Klik disini untuk melanjutkan »»

YASRIL RIAU Desain ByHendrawan and Support by Ridwan CCMD. All Right Seserved

 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com | Power by blogtemplate4u.com