SAUDARA KU DI MANA PUN BERADA, SEIRING DATANGNYA 1 RAMADHAN 1433 H, MARILAH KITA SALING MEMBERSIHKAN DIRI, KEPADA ALLAH SWT KITA BERTAUBAT SESAMA MANUSIA KITA SALING BERMAAF-MAAFAN. MARI KITA PERBAIKI HUBUNGAN SILATURAHIM SESAMA UMAT, TERUTAMA PADA ORANG TUA, SUAMI ISTRI, SESAMA SAUDARA SEDARAH SERTA DENGAN KAUM KERABAT, JIRAN TETANGGA. SEMOGA DENGAN CARA DEMIKIAN, KITA BISA MENJALANI IBADAH PUASA DENGAN TENANG DAN MENDAPATKAN PAHALA YANG SETIMPAL DI SISI aLLAH SWT. UNTUK ITU, SAYA ATAS NAMA PRIBADI DAN KELUARGA MENGUCAPKAN SELAMAT MENJALANI IBADAH PUASA, MOHON MAAF ZAHIR DAN BATIN. SAUDARA KU, SESUNGGUHNYA BERHAJI MERUPAKAN SALAH SATU RUKUN ISLAM, YANG UNTUK MENJALANKANNYA KITA HARUS MEMILIKI TRESHOLD (NILAI AMBANG BATAS), KELAYAKAN, BAIK JASMANI, ROHANI MAUPUN MATERI. MAKANYA KALAU SUDAH SIAP, SEGERAKANLAH!!

Sunday, 21 February 2016

Burung

. Sunday, 21 February 2016
0 komentar

Coba perhatikan tingkah polah burung yg satu ini. Ia tak peduli saat didekati

Klik disini untuk melanjutkan »»

Thursday, 8 October 2015

Asap Ganggu Jarak Pandang

. Thursday, 8 October 2015
0 komentar

Asap pekat kembali menyelimuti Kota Pekanbaru Riau, Indonesia. Pada pukul 07.00 WIB asap terlihat sangat tebal dengan jarak pandang hanya sekitar 10-15 meter saja.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tuesday, 6 October 2015

Asap Makin Pekat

. Tuesday, 6 October 2015
0 komentar

MESKI pemerintah bersikukuh bahwa titik api tidak ada lagi di Riau, namun nyatanya wilayah bumi Lancang Kuning ini tetap saja diselimuti asap tebal. Kondisi itu tidak hanya dirasakan di wilayah kabupaten yang memiliku hutan dan lahan luas, tapi juga di Kota Pekanbaru

Kondisi hari ini yang berhasil dipantau sejaksbuh hari hingga pukul 17.00 wib Selasa (6/10/2015) asap sangat pekat, terutama di kawasan Rimbo Panjang perbatasan Kota Pekanbaru dengan Kabupaten Kampar. Kawasan Rimbo Panjang selama ini dikenal sebagai kawasan rawa-rawayang dalam. Namun saat ini sejak musim kemarau, hamparan Rimbo Panjang yang dibelah ruas jalan Nasional Riau Sumbar itu kering kerontang. Meski pada pagi hari asap pekat terasa, terutama di sekitar Universitas Islam Negeri (UIN) susqa, pihak universitas idak meliburkan mahasiswa. Mereka tetap memulai aktivitas belajar mengajar mulai pukul 6.30 wib. Padahal, dua papan ISPU yang terpajang di Jalan Tuanku Tambusai dan Jalan udirman menunjukan kondisi udara di Pekanbaru berbahaya.***

Klik disini untuk melanjutkan »»

Saturday, 23 May 2015

Gila! Ternyata Selain Beras Plastik, Ada 8 Makanan Palsu Diproduksi di China

. Saturday, 23 May 2015
0 komentar

INI betul-betul gila!. Selain adanya beras palsu (beras plastik) yang berasal dari China, ternyata di negeri tirai bambu itu juga ditemukan delapan jenis makanan yang dipalsukan. Meski kejadiannya di china, bukan tida mungkin prdak palsu itu juga beredar di Indonsia yang merupakan negara konsumen. Ini patut jadi perhatian kita bersama. Teliti sebelum membeli.

Pertanyaannya, apa saja makanan itu? Ini dia semoga jadi perjatian kita bersama, sehingga meningkatkan kewaspadaan kita dalam membeli makanan. Bakpao Isi Daging Palsu Bakpao Daging Babi Palsu (Via: simomot.com) Pada 2007 sebuah laporan investigasi di China menemukan sejumlah pedagang yang membuat roti kukus berisi daging palsu. Kok palsu? Yes, ini bukan daging melainkan KARTON yang dicincang lalu dicampur penyedap rasa babi. ISH! Susu Palsu
Susu Palsu (Via: dailymail.co.uk) Pada 2009 puluhan ribu bayi China keracunan produk susu palsu yakni mengandung melamin. Melamin ini ternyata bisa meningkatkan kadar protein susu. Tapi, sifat melamin tak bisa larut dalam air sehingga bisa menyebabkan gagal ginjal. What the ... Telur Ayam Palsu Telur Palsu (Via: simomot.com) China memang sinting. Telur ayam saja bisa dipalsukan. Mereka membuat cangkang dengan campuran kalsium karbonat. Sementara isinya menggunakan natrium alginat, TAWAS, dan gelatin. Telur palsu ini juga dapat membuat lambung kamu hancur. Hiii. Bihun dan Mie Palsu Bihun Palsu (Via: visiontimes) Bihun palsu sebenarnya bihun asli namun dibuat dari tepung gandum kadaluwarsa dan berjamur. Siapa pun yang mengkonsumsinya bakal mengalami diare hebat dan berpotensi meninggal dunia. Daging Babi Palsu Daging Babi Palsu (Via: gbtimes.com) Daging babi ini sebenarnya asli namun sudah busuk dan coba 'dibenahi' dengan cara mencampurkan bakteri phosphorescent. Bakteri ini ternyata bisa berpendar dengan cahaya. Nah, pada 2011 seorang perempuan yang membeli babi palsu ini mendapati si daging mengeluarkan cahaya biru. Jika dikonsumsi bakal membuat organ-organnya terkontaminasi dengan bakteri yang ternyata memakan organ tubuh itu. WTF! Anggur Palsu Anggur Palsu (Via: keepo.me) Belum ada penjelasan resmi bagaimana anggur palsu ini terbuat. Namun ini berdasarkan keterangan Jeannie Cho Lee, master wine yang tinggal di Hong Kong. Saat ke China daratan dia mencoba anggur dan langsung mengatakan kalau minuman itu palsu. Daging Sapi Palsu Daging Sapi Palsu (Via: disinfo.com) Daging ini sebenarnya daging babi yang diberi tambahan kimia seperti parafin dan garam yang tampilannya menyerupai daging sapi asli. Di China daging babi lebih murah dari sapi dan juga berkualitas ekspor. Amit-amit. Jangan sampai kita impor sapi dari China, ya. Weks. Kacang Walnut Palsu Kacang Walnut Palsu (Via: idbite.com) Di Provinsi Henan, China pernah beredar kacang walnut yang isinya semen! Jadi gini, penjual mengeluarkan isi kacang dan disematkan bahan bangunan seperti semen, lalu kulit kacang direkatkan kembali dengan lem. Benar-benar menyebalkan, ya. Daging Kambing Palsu Daging Kambing Palsu (Via: worldweirdnews.com) Aslinya ini daging tikus, rubah, dan musang. Daging-daging ini padahal sudah terinfeksi berbagai penyakit. Mereka mengubahnya sedemikian rupa agar terlihat seperti daging embek. D*mn! Itu tadi beberapa bahan makanan palsu, termasuk beras plastik dari China yang benar-benar bikin kita ingin mengeluarkan sumpah serapah. Semoga pemerintah cepat menangani masalah ini, ya, amin.(*/bintang)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Saturday, 2 May 2015

Riau Hadapi Ledakan Penduduk (Baby Boom)

. Saturday, 2 May 2015
0 komentar

SAYA terkesima dengan statemen Pelaksana tugas Gubernur Riau (Plt Gubri) soal pertumbuhan penduduk yang diungkapkan di kediaman Wa Gubri, Jumat 1 Mai 2015 lalu yang mengatakan, "Keluarga kecil akan lebih baik- Masa depan anak lebih penting dari pada memperbanyak anak" yang menggambarkan kepedualian seorang gubernur terhadap ledakan penduduk (baby boom) yang saat ini terjadi di Riau.

Jika dilihat secara kasat mata atau realita di lapangan, memang terjadinya ledakan penduduk di Riau tidak sekadar akibat kelahiran semata, tapi juga akibat migrasi warga yang berasal dari daerah lain di luar Riau dengan berbagai sebab akibat. Diantaranya akibat bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan daerah lan. Selain itu, kehadiran migrasi juga akibat ingin mendapatkan pekerjaan di Riau yang namnya sudah menggaung di seantero nusantara. Lihat saja misalnya kedatangan para para tenaga kerja, pasangan usia subur baik yang datang dari Sumatera sendiri maupun luar Sumatera. Mereka mendiami sejumlah wilayah di Riau, baik perkotaan hingga pedesaan, bahkan di kawasan-kawasan perkebunan sawit atau pun hutan-hutan lindung yang disulap jadi kebun sawit. Kondisi ini juga diperparah dengan banyaknya kepala daerah baik di tingkat kabupaten kota, kecamatan bahkan kelurahan dan desa yang kurang peduli terhadap sektor demografi ini. Akibatnya pelayanan terhadap keluarga pun terabaikan dibanding sektor ekonomi. Akibatnya, tidak terjadinya perbandingan garis lurus antara penambahan penduduk dengan ketersediaan pangan. Penduduk Riau makin bertambah, sementara ketersediaan pangan, sandang, bahkan juga layanan kesehatan, pendidikan dan kesempatan kerja pun makin terbatas. Inilah yang dikhawatirka para ahli dan pengamat demografi dunia, dimana terjadinya pembunuhan akibat kerusakan lingkungan. Data di Kantor Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Riau terlihat, berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2010 penduduk Provinsi Riau berjumlah 5.530.311 orang dengan laju pertumbuhan penduduk 3,59 persen. Angka ini di di atas rata-rata pertumbuhan penduduk secara nasional yang hanya 1,49 persen. Artinya Pertumbuhan penduduk Riau lebih besar 2,1 persen dibanding pertumbuhan penduduk nasional. Itu baru data hasil pendataan penduduk 2010. Lantas bagaimana setelah lima tahun berikutnya atau 2015 ini? Pertanyaan ini tentunya akan terjawab setelah dilakukan pendataan keluarga 2015 yang dimuali 1 Mai 2015 lalu. Namu yang pasti, peningkatan pertambahan penduduk ini disebabkan karena masih tingginya angka kelahiran, menurunnya angka kematian dan banyaknya penduduk yang bermigrasi ke Riau, terjadinya peningkatan jumlah penduduk yang cukup besar pada kelompok umur 0-14 tahun. Dengan bertambahnya jumlah penduduk tuntutan pemenuhan kebutuhan dasar seperti sandang,pangan yang semakin terbatas, mahal dan sulit, terbatasnya jumlah lapangan pekerjaan, tingginya tingkat pengangguran, mengakibatkan meningkatnya kriminalitas. Ini perlu mendapat perhatian semua pihak, tidak hanya pemerintah saat tapi juga para kepala keluarga. Karena semua akar persoalan penduduk bermula di tingkat keluarga. bayangkan, bila sebuah keluarga sangat rapuh, bagaimana dengan kondisi anggota keluarga itu? Bagaimana seorang kepala keluarga harus memikirkan kebutuhan anggota keluarganya yang banyak sementara penghasilannya tidak mencukupi. Kondisi ini jelas sangat miris dibanding keluarga yang hanya memiliki anak satu atau dua. Kepala keluarga akan lebih bisa konsentrasi memikikan kebutuhan anak dan anggota keluarganya, baik soal sandang, pangan, kesehatan, pendidikan dan sebagainya. Semua itu juga tidak lepas dari keikutsertaan keluarga di Riau dalam ber-KB. Berdasarkan data BKKBN Riau per Desember 2014 tercatat 191.373 peserta KB baru ( 124,3 persen) dari PPM yang telah ditetapkan sebesar 153.848 akseptor. Dengan rincian IUD 3,56 persen, MOW 1,36 persen, MOP 0,19 persen, Kondom 5,74 persen, Implant 7,15 persen, Suntikan 52,61 persen dan Pil 29,38 persen. Dari hail pencapaian peserta KB tersebut terlihat bahwa peserta KB pria 5,93 persen dan peserta KB MKJP sebesar 12,26 persen. Pencapaian peerta KB Aktif pada bulan Desember 2014 tecatat sebesar 767.316 akseptor dari 1.055.439 Pasangan Usia Subur (72,70 persen ), bila dilihat dari PPM yang telah ditetapkan sebesar 645.324 telah tercapai 118.90 persen , peserta KB MKJP 131.523 akseptor ( 12,46 persen ). Untuk meningkatkan pelayanan KB Kontap Wanita, beberapa Rumah Sakit di Riau pun telah membuka pelayanan secara rutin dengan jadwal yang telah ditetapkan yaitu RS Awal Bros pada hari Rabu dan Kamis, RS PTPN V Tandun hari Sabtu dan Minggu, RS Tentara, RSUD Taluk Kuantan-Kuansing, RSUD Rokan Hulu, serta pelayanan kontap pada kegiatan Baksos dan pemberdayaan Klinik Swasta. Pelayanan Kontap Pria di RS Tentara dengan melibatkan mitra kerja dan RS Lancing Kuning. Disamping itu BKKBN Propinsi Riau bekerja sama denan Dinas Kesehatan, Tim P2KS dan IBI Propinsi Riau telah melatih tenaga Bidan dan Dokter untuk pemasangan IUD dan Implant dan Pelatihan KIP/Konseling dengan ABPK bagi Bidan. Selain itu, perkembangan PIK Remaja pada Bulan Desember 2014 tercatat 423 PIK-R/M, dengan rincian 317 PIK-R Tahap tumbuh, 70 PIK-R Tahap Tegak dan 36 PIK-R Tahap Tegar, 133 kelompok BKB Paripurna, 82 kelompok BKR Paripurna, 50 kelompok BKL Paripurna dan 137 kelompok UPPKS.(yasril)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Riau Hadapi Ledakan Penduduk (Baby Boom)

.
0 komentar

SAYA terkesima dengan statemen Pelaksana tugas Gubernur Riau (Plt Gubri) soal pertumbuhan penduduk yang diungkapkan di kediaman Wa Gubri, Jumat 1 Mai 2015 lalu yang mengatakan, "Keluarga kecil akan lebih baik- Masa depan anak lebih penting dari pada memperbanyak anak" yang menggambarkan kepedualian seorang gubernur terhadap ledakan penduduk (baby boom) yang saat ini terjadi di Riau.
Dilema Riau Soal Pertumbuhan Penduduk Jika dilihat secara kasat mata atau realita di lapangan, memang terjadinya ledakan penduduk di Riau tidak sekadar akibat kelahiran semata, tapi juga akibat migrasi warga yang berasal dari daerah lain di luar Riau dengan berbagai sebab akibat. Diantaranya akibat bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan daerah lan. Selain itu, kehadiran migrasi juga akibat ingin mendapatkan pekerjaan di Riau yang namnya sudah menggaung di seantero nusantara. Lihat saja misalnya kedatangan para para tenaga kerja, pasangan usia subur baik yang datang dari Sumatera sendiri maupun luar Sumatera. Mereka mendiami sejumlah wilayah di Riau, baik perkotaan hingga pedesaan, bahkan di kawasan-kawasan perkebunan sawit atau pun hutan-hutan lindung yang disulap jadi kebun sawit. Kondisi ini juga diperparah dengan banyaknya kepala daerah baik di tingkat kabupaten kota, kecamatan bahkan kelurahan dan desa yang kurang peduli terhadap sektor demografi ini. Akibatnya pelayanan terhadap keluarga pun terabaikan dibanding sektor ekonomi. Akibatnya, tidak terjadinya perbandingan garis lurus antara penambahan penduduk dengan ketersediaan pangan. Penduduk Riau makin bertambah, sementara ketersediaan pangan, sandang, bahkan juga layanan kesehatan, pendidikan dan kesempatan kerja pun makin terbatas. Inilah yang dikhawatirka para ahli dan pengamat demografi dunia, dimana terjadinya pembunuhan akibat kerusakan lingkungan. Data di Kantor Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Riau terlihat, berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2010 penduduk Provinsi Riau berjumlah 5.530.311 orang dengan laju pertumbuhan penduduk 3,59 persen. Angka ini di di atas rata-rata pertumbuhan penduduk secara nasional yang hanya 1,49 persen. Artinya Pertumbuhan penduduk Riau lebih besar 2,1 persen dibanding pertumbuhan penduduk nasional. Itu baru data hasil pendataan penduduk 2010. Lantas bagaimana setelah lima tahun berikutnya atau 2015 ini? Pertanyaan ini tentunya akan terjawab setelah dilakukan pendataan keluarga 2015 yang dimuali 1 Mai 2015 lalu. Namu yang pasti, peningkatan pertambahan penduduk ini disebabkan karena masih tingginya angka kelahiran, menurunnya angka kematian dan banyaknya penduduk yang bermigrasi ke Riau, terjadinya peningkatan jumlah penduduk yang cukup besar pada kelompok umur 0-14 tahun. Dengan bertambahnya jumlah penduduk tuntutan pemenuhan kebutuhan dasar seperti sandang,pangan yang semakin terbatas, mahal dan sulit, terbatasnya jumlah lapangan pekerjaan, tingginya tingkat pengangguran, mengakibatkan meningkatnya kriminalitas. Ini perlu mendapat perhatian semua pihak, tidak hanya pemerintah saat tapi juga para kepala keluarga. Karena semua akar persoalan penduduk bermula di tingkat keluarga. bayangkan, bila sebuah keluarga sangat rapuh, bagaimana dengan kondisi anggota keluarga itu? Bagaimana seorang kepala keluarga harus memikirkan kebutuhan anggota keluarganya yang banyak sementara penghasilannya tidak mencukupi. Kondisi ini jelas sangat miris dibanding keluarga yang hanya memiliki anak satu atau dua. Kepala keluarga akan lebih bisa konsentrasi memikikan kebutuhan anak dan anggota keluarganya, baik soal sandang, pangan, kesehatan, pendidikan dan sebagainya. Semua itu juga tidak lepas dari keikutsertaan keluarga di Riau dalam ber-KB. Berdasarkan data BKKBN Riau per Desember 2014 tercatat 191.373 peserta KB baru ( 124,3 persen) dari PPM yang telah ditetapkan sebesar 153.848 akseptor. Dengan rincian IUD 3,56 persen, MOW 1,36 persen, MOP 0,19 persen, Kondom 5,74 persen, Implant 7,15 persen, Suntikan 52,61 persen dan Pil 29,38 persen. Dari hail pencapaian peserta KB tersebut terlihat bahwa peserta KB pria 5,93 persen dan peserta KB MKJP sebesar 12,26 persen. Pencapaian peerta KB Aktif pada bulan Desember 2014 tecatat sebesar 767.316 akseptor dari 1.055.439 Pasangan Usia Subur (72,70 persen ), bila dilihat dari PPM yang telah ditetapkan sebesar 645.324 telah tercapai 118.90 persen , peserta KB MKJP 131.523 akseptor ( 12,46 persen ). Untuk meningkatkan pelayanan KB Kontap Wanita, beberapa Rumah Sakit di Riau pun telah membuka pelayanan secara rutin dengan jadwal yang telah ditetapkan yaitu RS Awal Bros pada hari Rabu dan Kamis, RS PTPN V Tandun hari Sabtu dan Minggu, RS Tentara, RSUD Taluk Kuantan-Kuansing, RSUD Rokan Hulu, serta pelayanan kontap pada kegiatan Baksos dan pemberdayaan Klinik Swasta. Pelayanan Kontap Pria di RS Tentara dengan melibatkan mitra kerja dan RS Lancing Kuning. Disamping itu BKKBN Propinsi Riau bekerja sama denan Dinas Kesehatan, Tim P2KS dan IBI Propinsi Riau telah melatih tenaga Bidan dan Dokter untuk pemasangan IUD dan Implant dan Pelatihan KIP/Konseling dengan ABPK bagi Bidan. Selain itu, perkembangan PIK Remaja pada Bulan Desember 2014 tercatat 423 PIK-R/M, dengan rincian 317 PIK-R Tahap tumbuh, 70 PIK-R Tahap Tegak dan 36 PIK-R Tahap Tegar, 133 kelompok BKB Paripurna, 82 kelompok BKR Paripurna, 50 kelompok BKL Paripurna dan 137 kelompok UPPKS.(yasril)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Friday, 23 January 2015

Raja Arab Saudi Wafat

. Friday, 23 January 2015
0 komentar

INNALILLAHI WA INA ILAIHI RAJIUN.  Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz menghembuskan nafas terakhirnya, Jumat (23/1) dini hari. Raja Abdullah (90) meninggal setelah sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit, karena penyakit radang paru-paru.

Putra Mahkota Salman bin Abdulaziz Al Saud (79) kini resmi menjadi Raja Arab Saudi yang baru dan Pangeran Muqrin bin Abdulaziz menjadi putra mahkota baru.

"Yang Mulia Salman bin Abdulaziz Al Saud dan semua anggota keluarga dan bangsa meratapi Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Abdullah bin Abdulaziz meninggal tepat pukul 1 pagi ini," bunyi sebuah pernyataan seperti dilansir dari BBC, dan JPNN, Jumat (23/1).

Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang mendengar berita duka itu, menyatakan simpati pribadinya dan mewakili warga AS.

"Sebagai seorang pemimpin, ia selalu jujur dan memiliki keberanian keyakinannya. Salah satu keyakinan adalah keyakinan teguh dan penuh gairah dalam pentingnya hubungan AS-Saudi sebagai kekuatan untuk stabilitas dan keamanan di Timur Tengah dan sekitarnya," tutur Obama.(*)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Friday, 20 July 2012

Beragam Cara Menyambut Bulan Suci Ramadan

. Friday, 20 July 2012
1 komentar

SETIAP orang Muslim sudah barang tentu sangat bergembira menyambut kedatangan bulan suci Ramadan. Tidak mengherankan bila di berbagai pelosok tanah air, masyarakat melakukan berbagai upacara dan tradisi penyambutan.

Tradisi-tradisi itu antara lain; tradisi Balimau di Sumatera Barat, Meugang di Aceh, Perlon Unggahan di Banyumas, Dugderan di Semarang, Padusa di Klaten dan Yogyakarta, Nyorog pada masyarakat Betawi, Belangiran dan Ngelop di Lampung, Pawai Tarhib di Bangka, Makan Kue Apem di Surabaya, dan puluhan bahkan ratusan tradisi lainnya. Tradisi-tradisi ini memang sedikit menyisakan kontroversi seperti dilansir rakyat merdeka online. Sebagian orang memandang bahwa tradisi-tradisi itu tidak mempunyai landasan syar’i sehingga tidak memiliki nilai ibadah sama sekali. Sementara sebagian lain berpendapat bahwa tradisi-tradisi itu memiliki makna yang sejalan dengan semangat ajaran Islam. Mandi sehari sebelum masuk bulan Ramadan dalam tradisi Balimau dan Padusa, misalnya, dinilai sebagai proses penyucian jiwa dan raga yang dinilai sama dengan anjuran mandi sebelum berangkat Shalat Jum’at. Terlepas dari kontroversi yang ada, tradisi-tradisi itu secara umum dapat dimaknai sebagai ekspresi kegembiraan dan kesyukuran masyarakat atas datangnya bulan suci Ramadan. Ekspresi kegembiraan dan kesyukuran semacam ini tentu memiliki nilai dalam pandangan Allah. Salah satu hadits popular yang banyak disampaikan dalam konteks menyambut bulan Ramadan berbunyi, “Barang siapa yang bergembira dengan datangnya bulan suci Ramadan, Allah akan memelihara jasadnya dari api neraka”. Ekspresi kegembiraan dan kesyukuran semata tentu tidaklah cukup. Umat Islam dituntut untuk melakukan persiapan-persiapan agar bulan ini betul-betul mendatangkan rahmat, bukan justru menjadi beban. Dalam konteks menyambut bulan Ramdan, setidaknya ada tiga hal yang perlu dipersiapkan. Pertama, persiapan rohani. Persiapan rohani dimaksudkan agar jiwa dan rohani kita siap dalam melakukan pendakian spiritual dalam meraih rida Allah. Kesucian jiwa dan rohani diperlukan dalam menjalani rangkaian ibadah yang ada di sepanjang bulan suci Ramadan. Hanya dengan jiwa dan rohani yang siap, nilai-nilai spiritual ibadah Ramadan dapat kita raih secara sempurna. Kedua, persiapan ilmu pengetahuan. Pengetahuan yang cukup tentang teknis pelaksanaan amalan-amalan bulan Ramadan sangat menentukan kualitas ibadah yang dilaksanakan. Oleh karena itu, penguasaan terhadap fiqh puasa adalah sangat penting. Orang yang mengetahui fiqh puasa dengan baik akan dapat menghindarkan diri dari berbagai kesalahan sehingga dapat memaksimalkan nilai pahala yang akan diraih. Ketiga, persiapan fisik. Ibadah-ibadah yang akan dilaksanakan di dalam bulan suci Ramadan membutuhkan kesiapan fisik yang prima. Dengan kondisi fisik yang baik, ibadah puasa, tarawih, tilawah, dan aktivitas-aktivitas lainnya dapat dilaksanakan dengan sempurna. Semakin siap fisik kita, maka semakin banyak pula ibadah yang bisa kita laksanakan. Bila dihitung secara kalkulatif, mempersiapkan diri dengan ketiga hal tersebut sesungguhnya jauh lebih penting dibandingkan dengan pelaksanaan tradisi-tradisi yang disebutkan di atas. Jangan sampai pelaksanaan tradisi-tradisi itu justru melupakan persiapan diri yang sesungguhnya. Persiapan seperti ini haruslah diutamakan mengingat tidak ada satu orang pun yang dapat menjamin bahwa kita akan berjumpa dengan Ramadan di tahun yang akan datang. Atas dasar kesadaran itu, marilah kita mengisi Ramadan ini dengan memperbanyak ibadah dan amalan sebagaimana yang dianjurkan dan praktikkan oleh baginda Rasullullah SAW semasa hidupnya. Wallahu'alam. Marhaban ya Ramadan.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Menteri Agama RI: 1 Ramadan Jatuh pada Sabtu 21 Juli 2012

.
0 komentar

Meski beberapa organisasi masyarakat (Ormas) Islam telah menjalani ibadah puasa mulai Kami dan Jumat (19 dan 20 Juli 2012)yang menetapkan jatuhnya 1 Ramadhan, namun lain halnya dengan pemerintah. Setelah mendengar pandangan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam, Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali akhirnya menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Sabtu, 21 Juli 2012. "Kami memutuskan dan menetapkan bahwa tanggal 1 Ramadhan 1433 jatuh pada Sabtu 21 Juli 2012," tegas Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali saat memimpin sidang itsbat di Kantor Kemenag Thamrin, Kamis (19/7). Dalam sidang itsbat ini, pemerintah mendengarkan pandangan dari Ormas Islam. Dari 17 ormas Islam itu hanya dua yang menetapkan 1 Ramadan pada Jumat 20 Juli 2012. "Saya kira apa yang sudah disampainkan 17 ormas Islam, sudah merepresentasikan kapan 1 Ramadan itu," jelasnya. Dua ormas Islam yang menyatakan 1 Ramadan jatuh pada Jumat 20 Juli adalah Front Pembela Islam (FPI) dan Jamah An-Najat. 15 Ormas lainnya setuju dengan ketetapan pemerintah. Sebelum mengakhiri pengumuman resmi ini, Suryadharma meminta persetujuan para ormas Islam yang hadir. Kompak terdengar suara koor "setuju"" dan diiringi tepuk tangan hadirin.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tuesday, 15 February 2011

SMP 4 Tambang Targetkan Sekolah Unggulan

. Tuesday, 15 February 2011
0 komentar

Tarai Bangun (RP) – Sebagai sekolah yang berada di tapal batas, SMP Negeri 4 Tambang menargetkan menjadi sekolah unggulan di Kabupaten Kampar. ‘’Keunggulan itu tidak hanya dari segi fisik bangunan saja, tap juga dari kualitas siswanya,’’ ungkap Kepala SMPN 4 Tambang, Syahrul MPd menjawab Riau Pos, Sabtu ( 12/2).


Didampingi Kepala Laboratorium sekolah, Hj Wirna Efnalius Sd, Syahrul menjelaskan, target jadi sekolah unggulan itu telah dimulai sejak lima tahun lalu. Bahkan berbagai perubahan ke arah kemajuan pun telah dicapai. Mulai dari sekolah yang hanya menggunakan bangunan tiga lokal, ini telah menjadi 15 lokal dan akan dibangun lagi beberapa lokal bertingkat. Bahkan berbagai fasilitas yang juga didukung komite sekolah pun berhasil diadakan. Baik dari bantuan pusat maupun provinsi.
‘’Diantaranya perlengkapan laboratorium. Meski telah memiliki laboratorium, namun alat praktik masih minim. Kita berharap, Pemkab Kampar, Pemprov maupun pemerintah pusat bisa memberikan bantuan alat labor yang nantinya juga akan digunakan oleh aak negeri ini,’’ ujar Syahrul lagi.
Hal tersebut juga diakui Kepala Laboratorium Hj Wirna Efnalius SPd. Menurutnya, pada beberapa topik pembelajaran yang harusnya menggunakan alat labor, terpaksa harus menggunakan metoda lain. Padahal papanya untuk menciptakan lulusan ang berkualitas, pembelajaran tersebut harus didukung oleh media pendidikan. ‘’Namun, kami yakin, anak didik kami akan bisa bersaing dengan siswa sekolah lain,’’ ujarnya.
Menurut Syahrul, target menjadi sekolah unggulan tidak bisa ditawar lagi. ‘’Ini tengah kami mulai. Kalau sebelumnya masih bersifat kuantitas, sekarang telah menjurus ke arah kualitas. Bahkan sasarannya tidak hanya sisswa, tapi juga guru. Kunci semua itu tentulah dari disiplin guru dan siswa. ‘’Kami berharap orang tua murid memahami hal ini, sebab bagaimana pun disiplin harus ditegakkan guna mencapai hasil yang maksimal, apalagi target jadi sekolah unggul’’ tegasnya.
Dari segi kelulusan, Syahrul mengatakan, siswa di sekolah ini selalu lulus 100 persen. Alumninya juga tersebar di berbagai SLTA di Pekanbaru. Demikian juga di bidang ekstrakurikuler, dari berbagai even yang diikuti selalu tampil memuaskan, seperti pramuka, sepak bola, karate serta drum band.
‘’Bahkan, grub drum band SMPN 4 Tambang ini sering tampil pada even-even yang digelar kabupaten an provinsi Riau. Pada lomba drum band yang digelar Polda Riau, ami tampil juara. Demikian juga lomba drum band tingkat provinsi Riau 2011 di Assofa, kami pun jadi juara umum,’’ kata Syahrul lagi.(ril)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tuesday, 8 February 2011

FUNGSI DAN TUGAS JAJARAN REDAKSI

. Tuesday, 8 February 2011
5 komentar

1.Pemimpin Redaksi

Tugas
- Bertanggungjawab terhadap isi redaksi penerbitan
- Bertanggungjawab terhadap kualitas produk penerbitan
- Memimpin rapat redaksi
- Memberikan arahan kepada semua tim redaksi tentang berita yang akan dimuat pada setiap edisi.


- Menentukan layak tidaknya suatu berita, foto, dan desain untuk sebuah penerbitan
- Mengadakan koordinasi dengan bagian lain seperti Pemimpin Perusahaan untuk mensinergikan jalannya roda perusahaan
- Menjalin lobi-lobi dengan nara sumber penting di pemerintahan, dunia usaha, dan berbagai instansi
- Bertanggung jawab terhadap pihak lain, yang karena merasa dirugikan atas pemberitaan yang telah dimuat, sehingga pihak lain melakukan somasi, tuntutan hukum, atau menggugat ke pengadilan. Sesuai aturan, tanggung jawab oleh Pemimpin Redaksi bila dilimpahkan kepada pihak lain yang dianggap melakukan kesalahan tersebut.

Syarat Pemimpin Redaksi
- Memiliki jiwa kepemimpinan dan tegas dalam mengambil keputusan
- Berpengalaman dalam mengelola media cetak
- Menguasai bahasa asing
- Berpendidikan minimal S1
- Memiliki relasi yang luas baik dikalangan swasta maupun pemerintah
- Memiliki integritas terhadap pekerjaan
- Menguasai teknis dan dasar penulisan jurnalistiK
- Mengetahui UU Pokok Pers, UU Penyiaran, dan Kode Etik jurnalistik.


2.Redaktur Pelaksana

Tugas
- Bertanggung jawab terhadap mekanisme kerja redaksi sehari-hari
- Memimpin rapat perencanaan, rapat cecking, dan rapat terakhir sidang redaksi
- Membuat perencanaan isi untuk setiap penerbitan
- Bertanggung jawab terhadap isi redaksi penerbitan dan foto
- Mengkoordinasi kerja para redaktur atau penanggungjawab rubrik/desk
- Mengkoordinasikan alur perjalanan naskah dari para redaktur ke bagian setting atau lay out.
- Mengkoordinator alur perjalanan naskah dari bagian setting atau lay out ke percetakan
- Mewakili Pemred dalam berbagai acara baik ditugaskan atau acara mendadak
- Mengembangkan, membina, menjalin lobi dengan sumber-sumber berita
- Mengedit naskah, data, judul, foto para redaktur
- Mengarahkan dan mensuvervisi kerja para redaktur dan reporter
- Memberikan penilaian secara kualitatif dan kuantitatif kepada redaktur secara priodik

Syarat Redaktur Pelaksana
- Berpengalaman sebagai redaktur 2-5tahun
- Berpendidikan S1
- Menguasai bahasa asing
- Memiliki jaringan yang luas terhadap sumber-sumber berita
- Menguasai salah satu disiplin ilmu: ekonomi, politik, hukum, pendidikan, olahraga, tata boga, lingkungan.
- Menguasai komputer
- Mengerti alur kerja mekanisme redaksi

3.Redaktur
- Tugas Memeriksa,mengedit, dan menyempurnakan naskah sesuai dengan penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar
- Menyesuaikan naskah yang sudah diedit dalam bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Jurnalistik
- Mengubah pengulangan kata-kata yang sama dalam satu tulisan, sehingga kalimat dalam naskah menjadi bervariasi.
- Mengedit penggunaan logika bahasa, alur naskah
- Menyeragamkan style penulisan masing-masing redaktur, sehingga gaya penulisan seluruh naskah menjadi sama
- Memeriksa naskah kata per kata, penggunaan titik, koma, tanda seru, titik dua.
- Mengedit penggunaan kata yang berasal dari bahasa asing, bahasa daerah, bahasa slank sehingga mudah dimengerti pembaca.
- Mengusulkan dan menulis suatu berita dan foto yang akan dimuat untuk edisi mendatang
- Berkoordinasi dengan fotografer dan riset foto dalam pengadaan foto untuk setiap penerbitan
- Memberikan laporan perkembangan kepada atasannya yaitu Redaktur Pelaksana

Syarat
- Berpendidikan S1
- Berpengalaman menjadi reporter/wartawan 2-5tahun
- Menguasai salah satu disiplin ilmu: ekonomi, politik, hukum, pendidikan, olahraga, tata boga, lingkungan.
- Menguasai computer
- Menguasai bahasa asing
- Menguasai bahasa Indonesia dan bahasa jurnalistik Indonesia



4.Koordinator Liputan

Tugas
- Memantau dan mengagendakan jadwal berbagai acara: seminar, press conference, acara DPR dll
- Membuat mekanisme kerja komunikasi antara redaktur dan reporter
- Memberikan lembar penugasan kepada reporter/wartawan dan fotografer
- Mengadministrasikan tugas-tugas yang diberikan kepada setiap reporter
- Memantau tugas-tugas harian para wartawan/reporter
- Melakukan komunikasi setiap saat kepada para redaktur, reporter/wartawan, dan fotografer
- Memberikan penilaian kepada reporter/wartawan secara kuantitas maupun kualitas
- Mengarahkan dan membina reporter dalam mencari berita dan mengejar sumber berita

Syarat
- Berpendidikan S1
- Berpengalaman menjadi reporter/wartawan 2-5 tahun
- Menguasai computer
- Menguasai bahasa asing
- Menguasai administrasi dan pengarsipan


5.Reporter:
Tugas
- Mencari dan mewawancarai sumber berita yang ditugaskan redaktur atau atasan
- Menulis hasil wawancara, investasi, laporan kepada redaktur atau atasannya
- Memberikan usulan berita kepada redaktur atau atasannya terhadap suatu informasi yang dianggap penting untuk diterbitkan
- Membina dan menjalin lobi dengan sumber-sumber penting di berbagai instansi
- Menghadiri acara press conferensi yang ditunjuk redaktur, atasannya, atau atas inisiatif sendiri.

Syarat
- Berpendidikan S1
- Berminat pada bidang jurnalistik
- Menguasai computer
- Menguasai bahasa asing
- Siap bekerja dalam tim
- Siap bekerja di bawah tekanan
- Dapat bekerja memenuhi dead line





7.Fotografer

Tugas
- Menjalankan tugas pemotretan yang diberikan redaktur atau atasannya
- Melakukan pemotretan sumber berita, suasana acara, aktivitas suatu objek, lokasi kejadian, gedung, dan benda-benda lain
- Mengusulkan konsep desain untuk cover majalah
- Menyediakan foto-foto untuk mendukung naskah, artikel, dan berita
- Mengarsip foto-foto, filem negatif, atau compact disk bagi kamera digital
- Melaporkan setiap kegiatan pemotretan kepada atasan
- Mempertanggungjawabkan setiap penggunaan filem negatif, baterai, atau compact disk yang telah digunakan kepada perusahaan

Syarat
- Mengerti dan menguasai teknik fotografi manual, otomatis, digital.
- Mengerti dan menguasai teknik pengambilan gambar: pencahayaan, komposisi, warna
- Mengerti dan menguasai teknik mencetak foto
- Mengerti penggunaan scanner
- Mengerti arsip


8.Sekretaris Redaksi
Tugas
- Menata dan mengatur undangan dari instansi, perusahaan, atau lembaga yang berkaitan dengan pemberitaan
- Menghubungi sumber berita atau instansi untuk pendaftaran, konfirmasi, atau pembatalan undangan, wawancara, dan kunjungan kerja
- Menyimpan salinan kartu pers dan foto untuk mensuport kebutuhan kerja para wartawan dalam meliput satu acara yang mengharuskan membuat tanda pengenal seperti menyiapkan
- Menyediakan peralatan kerja redaksi seperti tape, batu baterei, kaset, alat tulis, dan note book
- Menata keperluan keuangan redaksi: uang perjalanan, uang saku, uang rapat.
- Mengatur jadwal rapat redaksi: rapat perencanaan, rapat cheking, rapat final


9.Riset, Pustaka, dan dokumentasi

- Mencari data-data, artikel, tulisan yang dibutuhkan untuk sebuah penulisan oleh reporter, redaktur, redaktur pelaksana, dan Pemimpin Perusahaan.
- Mencari dan menata buku-buku yang berkaitan dengan tugas dan kerja para wartawan
- Menata majalah, surat kabar, dan tabloid setiap hari dan menyimpannya dengan baik sesuai aturan
- Melakukan kerja sama dengan bagian riset dan dokumentasi perusahaan lainnya seperti barter majalah, koran, tabloid, dan buku.
- Mengusulkan suatu berita kepada redaksi bila dalam melaksanaan tugas menemukan data-data atau informasi penting

Syarat
- Pendidikan D3/S1 perpustakaan, ekonomi
- Menguasai riset, statistik, perpustakaan
- Menguasai teknologi pencarian data: internet, sear engine
- Menguasai dokumentasi, klipping
- Memiliki hubungan baik dengan lembaga perpustakaan, lembaga penelitian,


10.Desain Grafis
Tugas
- Merancang cover atau kulit muka
- Membuat dummy atau nomor contoh sebelum produk di cetak dan dijual ke pasa
- Mendesain dan melay out setiap halaman dengan naskah, foto, dan angka-angka
- Mengatur peruntukan halaman untuk naskah
- Menulis judul berita,anak judul, caption foto, nama penulis pada setiap naskah
- Menulis nomor halaman, nama rubrik/desk, nomor volume terbit, hari terbit, dan tanggal terbit pada setiap edisi

Syarat
- Menguasai Machintos, freehand, Fotoshop.
- Memiliki jiwa seni
- Mampu bekerja sama dalam tim
- Menguasai berbagai tipe dan jenis huruf

11.Pracetak

Tugas
- Membawa naskah yang sudah disetujui pemimpin redaksi ke percetakan untuk dicetak
- Mengawasi proses pencetakan di percetakan
- Menerima kondisi produk dalam keadaan baik dari percetakan
- Bersama dengan bagian distribusi, segera mengedarkan produk tersebut ke pasar.



Ttd

Yasril
Wakil pemimpin redaksi Riau Pos

Klik disini untuk melanjutkan »»

Thursday, 13 May 2010

Tantangan Berat Dekade Mendatang

. Thursday, 13 May 2010
0 komentar

MEMBICARAKAN persoalan penduduk merupakan hal yang menarik dan sangat relevan saat ini. Sebab, empat tantangan berat yang akan dihadapi penduduk bumi pada dekade mendatang adalah persoalan pemanasan global dan kerusakan lingkungan. Laju pertumbuhan penduduk. Pengentasan kemiskinan dan Kebuntuan politik yang menghalangi kerjasama global untuk mengatasi masalah tersebut.


Solusi terhadap empat tantangan besar ini harus segera dicarikan. Sebab, sekarang saja sudah mulai terlihat. Dampak dari rumah kaca dengan pemanasan global dan perubahan suhu ekstrim misalnya, terjadinya kerusakan lingkungan dan bencana alam di mana-mana. Tingginya tingkat kemiskinan, kesenjangan antara yang kaya dan miskin makin kentara.

Walaupun semua persoalan di muka bumi ini dibolak-balik, titik awalnya tetap berada pada manusianya atau penduduk.

Sebab, banyak pakar di bidang kependudukan yang mengatakan bahwa sebenarnya jumlah manusia di planet bumi sebenarnya sudah melebihi daya dukung dan daya tampung lingkungan. Artinya, siapa pun dan di negara mana pun termasuk Indonesia harus dengan sungguh-sungguh berupaya agar pertumbuhan penduduk dapat terkendali karena planet ini sudah tidak mampu lagi menampung penduduk yang lebih banyak lagi.

Bahkan perubahan iklim akibat pertumbuhan penduduk yang sangat pesat berakibat buruk bagi produksi pangan sehingga miliaran penduduk terancam kelaparan.
‘’Karena perubahan iklim dan ledakan penduduk, menjelang tahun 2030 akan terjadi kelangkaan pangan, air, dan energi yang luar biasa yang memicu kerusuhan sosial dan konflik internasional karena akan terjadi migrasi besar-besaran dari daerah yang paling terkena dampak,’’ kata Prof. Dr. John Beddington seorang Chief Scientific Adviser British Gov’t.

Jadi, jika pengendalian pertumbuhan penduduk tidak secepatnya dilakukan, maka berbagai persoalan kependudukan bahkan juga terkait hak-hak dasar seorang individu tetap akan membayangi para generasi mendatang.

Di sektor pendidikan misalnya, orang akan kesulitan untuk mendapatkan pendidikan murah bahkan juga gratis. Demikian juga halnya dengan perolehan akses kesehatan, upaya mendapatkan pekerjaan yang layak dan sebagainya.

Lantas solusi pengendalian pertumbuhan penduduk itu bagaimana?
Sebenarnya banyak tawaran-tawaran yang dilakukan para pengambil keputusan di berbagai negara di belahan dunia. Indonesia sendiri sejak beberapa dekade belakangan, lebih fokus pada program keluarga berencana dengan norma kelurga kecil bahagia sejahtera (NKKBS).

Bahkan akibat keberhasilan Indonesia mengendalikan pertumbuhan penduduk, berbagai negala lain pun akhirnya mengambil keputusan untuk belajar ke Indonesia.

Namun sangat disayangkan, di saat negara lain menjadikan Indonesia ebagai guru dalam pengendalian pertumbuhan penduduk, di dalam negara Indonesia sendiri terjadi pelemahan institusi dan kelembagaan yang berakibat fatal terhadap meningkatnya jumlah penduduk secara drastis.

Kita berharap, sensus penduduk yang dilakukan 10 tahun sekali ini dapat dilakukabn secara benar sehingga mampu emmberikan gambaran utuh tentang keadaan kependudukan Indonesia secara riil. Tidak hanya menyangkut data populasinya, tapi juga soal perekonomian rakyat, tingkat pelayanan kesehatan, akses pendidikan, pengangguran dan sebagainya. Sehingga bisa dijadikan sebagai patokan pengambilan kebijakan untuk melakukan perubahan di masa mendatang.

catatan: sudah dimuat di riau pos edisi 9 mei 2009

Klik disini untuk melanjutkan »»

Monday, 12 April 2010

HAJI - DOA WUKUF

. Monday, 12 April 2010
0 komentar



Klik disini untuk melanjutkan »»

HAJI - DOA IHRAM

.
0 komentar



Klik disini untuk melanjutkan »»

Thursday, 8 April 2010

Riau Harus Menata Sistem Kependudukan

. Thursday, 8 April 2010
0 komentar

Marlis:  Secepatnya Surati Kemen PAN

Pekanbaru (RP) – Pertumbuhan jumlah penduduk Riau yang tinggi, baik akibat angka kelahiran maupun imbas dari persoalan kependudukan di daerah lain harus segera mendapat perhatian serius. ‘’Penanganan ini tidak hanya oleh pemerintah semata tapi juga harus melibatkan semua elemen yang ada dengan pola kemitraan,’’ kata Direktur Institusi dan Peran Serta Mayarakat, BKKBN Pusat , Drs H Marlis Alamsa pada Pertemuan Pemantapan Program Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga di Hotel Furaya Pekanbaru, Kamis (8/4).


Menurut Marlis, semua Provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia saat ini mengalami persoalan kependudukan mendasar yang inti masalahnya berada pada lingkungan keluarga. Baik masalah pemenuhan hak-hak dasar seorang anak manusia, seperi pelayanan kesehatan, pendidikan, mendapatkan pekerjaan yang layak maupun persoalan yang era kaitannya pada social budaya. ‘’Riau sebagai daerah yang pertumbuhan penduduknya tinggi, baik akibat kelahiran bayi maupun migrasi sudah saatnya mempersiapkan diri, sebelum persoalan yang lebih besar menghadang. Salah satu caranya kembali menggerakkan program KB hingga ke tingkat lini,’’ kata Marlis di hadapan semua unsure pemerintahan Kabupaten/kota se Riau, korem, polri, LSM dan jajaran kesehatan.

Program KB yang merupakan salah satu program wajib pemerintah itu tidak hanya bicara soal alat kontrasepsi saja, tapi lebih besar, bagaimana menciptakan keluarga yang berkualitas dengan cara mengangkat derajat dan kesejahteraan mereka. Pemerintah daerah harus bergerak, kalau tidak ingin melihat sekian tahun kedepan jumlah masyarakat miskin di daerah ini makin membengkak,’’ katanya.

Marlis yang juga mantan Kepala BKKBN Riau itu mengakui persoalan tidak semudah membalik telapak tangan, tapi harus dikerjakan secara bersama. ‘’Libatkan semua elemen yang ada, buat program pola kemitraan yang melibatkan masyarakat. Ajukan ke pusat. Saya sebagai salah seorang anak Riau yanag kini bertugas di pusat akan membantu untuk Riau,’’ katanya lagi.

Soal kekurangan tenaga penyuluh lapangan, marlis minta agar semua bupati/wali kota di Riau menyurati Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (Kemenpan) untuk meminta penambahan tenaga penyuluh KB. ‘’Ini serius, seperti yang langsung disampaikan Kemenpan di hadapan bupati/walikota se Indonesia beberapa waktu lalu. Yang menyurati itu harus wali kotanya atau bupatinya atau wakilnya. Tidak bisa BKKBN tidak bisa unit kerja, tapi harus bupati atau wali kota. Tolong juga surat itu ditembuskan ke BKKBN Pusat agar kami bisa juga memperjuangkan ke Men PAN,’’ katanya.

Sekarang ini kata Marlis, dari 33 provinsi, baru 20 provinsi yang sudah mengajukan permintaan penambahan tenaga PLKB. ‘’Dari 20 provinsi itu baru 38 kabupaten/kota yang telah menyurati Kemenpan. Lantas Riau bagaimana? Padaha ini juga solusi untuk membuka lapangan kerja baru di daerah,’’ katanya.

Marlis juga menyinggung sejumlah isu strategis di bidang kependudukan dan keluarga berencana, seperti soal pemantapan infrastruktur lini lapangan, peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat dalam program KB, pemantapan kemitraan dengan stakeholder, LSM dan sector swasta. Tujuh pilar kemitraan yang melibatkan lintas sektoral, legislative, LSM, media massa, penyandang dana, swasta, lembaga pendidikan serta organisasi professional.

Sementara itu, Kepala BKKBN Riau Drs Ary Goedadi menyatakan, pembangunan di bidang kependudukan dan Keluarga Berencana yang selama ini menjadi ikon Indonesia, sejak reformasi berubah total, termasuk di . Semangat Bahkan terjadi penurunan semangat dalam penanganan KB seiring terutama sejak desentralisasi dengan otonomi daerah. ‘’ Ini ditandai dengan meleburnya institusi di tingkat kabupaten/kota. Bahkan tenaga-tenaga yang dulu menjadi andalan BKKBN pun kian habis, temasuk tenaga penyuluh lapangan KB (PLKB). Ini kalau dibiarkan bias menimbulkan persoalan besar nantinya,’’ kata Ary Goedadi.(ril)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tuesday, 2 March 2010

‘’Ecological Suciede’’

. Tuesday, 2 March 2010
0 komentar

SUATU HARI saya diingatkan, kalau ingin hidup sehat, konsumsilah makanan yang sehat. Diantaranya, makanlah sayuran atau buah-buahan yang ada ulatnya, karena sayuran dan buah-buahan yang ada ulat itu umumnya bebas dari pestisida. Kalau beli ikan asin misalnya beli jugalah yang ada ulatnya, karena ikan asin yang ada latnya itu bebas dari zat pengawet, seperti formalin yang biasa digunakan untuk pengawet mayat, atau zat pengawet lainnya.


Kasus pestisida dan zat pengawet itu hanyalah sebagian kecil dari pola kehidupan atau peradaban manusia yang sangat mempengaruhi kerusakan alam beserta isinya. Masih banyak kasus lainnya, seperti penangkapan ikan dan terumbu karang yang memakai bom, pembabatan dan pembakaran hutan yang mengakibatkan kekeringan, meningkatnya CO2. Pemakaian kendaraan tanpa memikirkan emisi gas buang yang akan meningkatkan polusi udara dan masih banyak kasus lainnya.

Kasus demi kasus perusakan lingkungan dan alam semesta ini terus terjadi dari dulu hingga sekarang bahkan juga ke depannya. Bahkan tanpa disadari manusia pun sebenarnya telah melakukan ecological suciede atau bunuh diri dengan cara merusak alam.

Banyak hal yang menyebabkan semua itu. Sejumlah ahli demografi mengatakan bahwa salah satu penyebab terjadinya Ecological Suciede ini, karena jumlah Jumlah manusia di planet bumi sebenarnya sudah melebihi daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Untuk itu, harus ada upaya sungguh-sungguh agar pertumbuhan penduduk dapat terkendali karena planet ini sudah tidak mampu lagi menampung penduduk lebih banyak lagi.

Terjadinya perubahan iklim akibat ledakan penduduk berakibat buruk bagi produksi pangan, sehingga tidak heran kalau kita melihat di di beberapa daerah di Indonesia misalnya atau di berbagai belahan dunia terlihat miliaran penduduk terancam kelaparan.

Bahkan, Prof. Dr. John Beddington, Chief Scientific Adviser British Gov’t, seperti disampaikan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Keluarga Berencana dan kesehatan Reproduksi BKKBN, Dr Ida Bagus Permana, dalam Seminar dan Konsolidasi Nasional Ikatan Penulis Keluarga Berencana beberapa waktu lalu itu, mengatakan bahwa akibat perubahan iklim dan ledakan penduduk, menjelang tahun 2030 akan terjadi kelangkaan pangan, air, dan energi yang luar biasa yang memicu kerusuhan sosial dan konflik internasional karena akan terjadi migrasi besar-besaran dari daerah yang paling terkena dampak.

Ini pun dipertegas oleh Jeffrey D. Sachs dalam bukunya ‘’Common wealth’’ bahwa ada empat tantangan berat di dekade mendatang, yakni: Soal Pemanasan global dan kerusakan lingkungan. Laju pertumbuhan penduduk. Pengentasan kemiskinan. Kebuntuan politik yang menghalangi kerjasama global.

Tesis ini cukup beralasan, apalagi Thomas Robert Malthus mengatakan , ‘’ Penduduk meningkat seperti deret ukur, sementara produksi pangan meningkat seperti deret hitung.’’

Kondisi seperti inilah yang mengakibatkan manusia selalu mencari peluang sumber pangan, tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan. Akibatnya berbagai bencana terjadi kekeringan, tanah longsor, meningkatnya pemanasan bumi, kebakaran hutan dan sebagainya.

Lantas, apakah ada cara mengatasinya? jawabnya tentu ada. Salah satunya dengan cara mengendalikan pertumbuhan penduduk dunia, termasuk di Indonesia dan Riau. Sebab, pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali mempunyai kontribusi besar terhadap terjadinya kerusakan lingkungan yang bisa berujung pada “ekosida.’’

Makanya perlu pemahaman yang sama dari segenap komponen bangsa tentang penting dan strategisnya Program Kependudukan dan KB bagi pembangunan saat ini dan bagi pembangunan berkelanjutan di masa depan.

Kepedulian ini pun sebenarnya harus dimulai oleh pasangan keluarga di rumah tangga. Dengan kata lain, tidak perlu jumlah anggota keluarga banyak, kalau hanya jadi masalah di kemudian hari.

Langkah lainnya melakukan gerakan penghijauan guna meminimalisir peningkatan CO2, seperti yang dilaksanakan Riau Pos, sejak beberapa waktu lalu dengan yayasan save the erath yang peduli terhadap lingkungan.

Setelah melakukan gerakan penghijauan di kawasan waduk PLTA Kotopanjang, Kabupaten Kampar, hari ini (Sabtu 21 Februari 2010) Riau Pos pun melakukan hal yang sama di Pekanbaru, bekerja sama dengan Kwarda Gerakan Pramuka Riau.

Ini salah satu wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. mari kita selamatkan dunia, selamatkan anak cucu kita ke depan. Jangan lagi terjadi Ecological Suciede, hanya gara-gara ingin memenuhi kebutuhan hidup.***
note: sudah dimuat di Riau Pos edisi 21 Februari 2010.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Friday, 27 November 2009

Ibadah Kurban Dapat Mengokohkan Hubungan Sosial dan Ukhuwah Islamiah

. Friday, 27 November 2009
0 komentar

khutbah Idul Adha 1430 H

HARI ini 10 Zulhijah 1430 H bertepatan 27 November 2009 Masehi jutaan umat muslim diberbagai belahan dunia merayakan Hari Raya Idul Adha. Bagi mereka yang memiliki kelapangan rezeki, menjalankan ibadah naik haji ke Makkah sementara bagi yang belum menjalani ibadah di negeri masing-masing yang juga ditandai dengan pelaksaan shalat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban. Berikut khutbah Idul Adha 1430 H/2009 M yang disampaikan oleh Drs Hajar Hasan MA (Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Susqa Pekanbaru)di hadapan umat muslim di Jalan Ciptakarya, Kecamatan Tampan Pekanbaru.



Allahu akbar 3x walilla ilham

Puji syukur kehadiran Allah SWT yang telah melimpahkan berbagai nikmat dan karunia-Nya kepada kita semua. Dengan nikmat tersebut diharapkan agar manusia senantiasa ingat kepada-Nya. Selain itu nikmat tersebut harus pula sebagiannya diserahkan untuk kepentingan sosial kemasyarakatan, sebagai wujud rasa persaudaraan. Shalawat dan salam kita sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, semoga Allah senantiasa melimpahkan kesejahteraan kepadanya, para sahabat beserta pengikutnya.

Ditengah suasana penuh kedamaian dan keberkahan ini, dimana setiap orang diliputi dengan penuh rasa kesyukuran, rasa kebahagiaan dan kegembiraan, mari kita tingkatkan kualitas keimanan dan derajat ketaqwaan kepada Allah. Pada hari ini umat Islam diberbagai belahan dunia, mereka berbaris menuju tempat – tempat shalat I’d, meskipun mereka berbeda dalam status sosial dan profesi yang mereka tekuni, tapi mereka tetap satu langkah dalam barisan, satu pandangan dalam Islam, satu keyakinan dalam iman dan satu kalimat dalam ucapan, yaitu Allahu akbar walilla ilham, sebagai tanda kesyukuran kepada Allah.

Hari ini umat Islam merayakan hari raya Idul Adha, adalah bukti keikhlasan, kepatuhan, kepasrahan dan ketaatan kaum muslimin kepada perintah Allah, hari raya Idul Adha juga sebagai hari persatuan, persaudaraan dan solidaritas umat Islam sedunia. Oleh karena itu, hari raya Idul Adha mempunyai arti dan makna penting bagi umat Islam, untuk menatap masa depan yang lebih baik.

Allahu akbar 3x walilla ilham
Bagi saudara – saudara kita yang mempunyai kemampuan dan kesanggupan pada saat ini mereka sedang melaksanakan ibadah haji di tanah suci dalam rangka memenuhi panggilan illahi dan untuk menyempurnakan rukun Islam kelima, sebagai realisasi Iman dan taqwa kepada Allah. Seperti firman Allah yang artinya: “ Kewajiban atas orang – orang yang mempunyai kemampuan untuk melaksanakan ibadah haji ke Baitullah ”

Pada tanggal 9 Zulhijjah 1426 H kemaren, padang pasir arafah yang semula merupakan tempat yang sunyi sepi yang dihiasi bukit – bukit batu sekitarnya, berubah menjadi lautan manusia yang dihiasi dengan ribuan kemah dengan aneka ragam, suasana sunyi sepi berganti dengan gema tahlil, talbiah, takbir dan tahmid.

Ukuf di Arafah adalah merupakan puncak dari proses rangkaian kegiatan ibadah haji. Kegiatan arafah saat yang paling mendebarkan dan menentukan dari seluruh rangkaian perjalanan ibadah haji. Disela – sela suara takbir, tahmid, tahlil dan talbiah sering terdengar suara isak tangis anak manusia yang menyadari akan kesalahan – kesalahan dan dosa – dosa yang terlanjur atau yang sering dilakukan selama hidupnya, menyesali semua kesalahan dosa – dosanya seraya memohon doa kepada Allah dan bertaubat untuk tidak mengulanginya lagi. Lihatlah hamba – hambaku datang memenuhi panggilan-Ku dengan rambut kusut masai-penuh debu, mereka datang dari berbagai penjuru dunia yang jauh, mengharap ampunan, ridho dan surga-Ku. Andaikan dosa mereka sebanyak bilangan butir pasir dipantai atau sejumlah butir hujan akan aku ampuni dosa mereka, demikian sabda Rasulullah.

Allahu akbar 3x walilla ilham
Jema’ah haji dari berbagai bangsa, bahasa dan latar belakang budaya yang berbeda, ditempat ini mereka berzikir dan memuji Allah dalam bahasa yang sama, berpakaian yang sama, tujuan yang sama pada saat itu tidak ada beda antara yang kaya dan yang, pejabat dengan pegawai biasa, penguasa dengan rakyat biasa, terpelajar atau orang biasa.

Pangkat, jabatan dan gelar kehormatan yang sering digunakan oleh sebagian orang untuk menganggap dirinya super dan merendahkan orang lain, ketika itu ditinggalkan. Pakaian kebesaran yang dipakai untuk menakuti orang kecil dan lemah, dilepaskan. Ketika itu semua sama dihadapan Allah, semua kecil bahkan teramat kecil didepan penguasa alam semesta ini.

Ibadah haji bukan hanya mengandung nilai pahala, tapi yang tak kalah penting, bagi orang yang melaksanakannya akan dapat melihat jati diri yang sesungguhnya, sehingga muncul sikap keinsyafan terhadap perbuatan salah yang pernah dilakukan, sehingga sikap dan perbuatannya setelah haji senantiasa menyenangkan orang, dimana ia berada selalu pula menjadi panutan bagi orang yang sekitarnya. Itulah sebagai tanda mereka memperoleh haji mabrur.

Diantara hikmah ibadah haji adalah menyadarkan bahwa setiap manusia tidak berbeda dihadapan Allah, kecuali ketakwaannya. Kesadaran ini mengikis sifat angkuh dan sombong yang ada pada manusia.

Allahu akbar 3x walilla ilham
Salah satu karakteristik Islam yang sekaligus menempatkannya sebagai agama paripurna adalah ajarannya merupakan aturan hidup manusia yang lengkap. Oleh karena itu, Islam dapat dipandang sebuah sistem yang memberikan pedoman dan ketentuan untuk seluruh kehidupan. Lebih dari itu Islam telah membawa ajaran yang menyeluruh dan terpadu. Islam tidak membagi kehidupan dalam dua kutub yang terpisah, yaitu antara kepentingan material dan spiritual ( duniawi dan ukhrawi ). Dalam Islam keduanya merupakan satu kesatuan yang integral bagi kehidupan manusia. Ini adalah konsekuensi logis dari pandangan Islam yang melihat bahwa manusia merupakan perpaduan yang utuh dan bermakna antara unsur jasmani dan unsur rohani.

Lengkapnya aturan hidup yang didasarkan Islam tersebut, tercermin pula pada penekanannya terhadap pentingnya keseimbangan antara individu dan masyarakat dalam satu tatanan sosial yang damai dan harmonis. Ini berarti pula bahwa Islam pada satu sisi memandang setiap individu bertanggung jawab kepada Allah, tetapi di sisi lain, ia pun terpanggil untuk mengembangkan rasa tanggung jawab sosial. Oleh sebab itu, menjadi kewajiban bagi orang yang mampu untuk memberikan bantuan kepada mereka yang tidak mampu melalui ibadah kurban.

Kurban adalah suatu ibadah yang di latar belakangi oleh peristiwa yang terjadi antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ketika itu, Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putra tercintanya, Ismail namanya. Seperti kita ketahui, Ismail adalah putra satu – satunya anak Nabi Ibrahim. Ismail merupakan buah hati dan belahan jiwanya. Ketika Ismail sedang meningkat remaja, datang perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelihnya. Kisah tersebut diabadikan oleh Allah dalam surah As Safat ayat 100.

Dilihat dari segi kemanusiaan, Nabi Ibrahim tidak tega menyembelih putra kesayangannya. Namun disisi lain, ia yakin bahwa ia sedang diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih Ismail. Akhirnya Nabi Ibrahim dengan penuh keyakinan ia laksanakan perintah Allah tersebut. Dilain pihak, Ismail tanpa gentar dan takut menghadapi kematian itu. Akhirnya, Nabi Ibrahim, Ismail dan ibunya pasrah melaksanakan penyembelihan itu, dan ketika pisau akan menyentuh leher Ismail, dengan kehendak Allah, Ismail ditukar dengan seekor kibas. Dengan demikian terselamatkanlah Ismail dari kematiannya ketika itu.

Kisah itu sudah berlalu, namum suatu hal yang perlu kita catat dankita ambil hikmahnya, yaitu ketulusan dan keikhlasan Nabi Ibrahim dalam melaksanakan perintah Allah. Dengan sifat ketulusan dan keikhlasan itulah, Nabi Ibrahim tidak ragu mengorbankan anaknya. Disisi lain, sifat kesabaran dan kepatuhan Ismail dapat pula dilambangkan sebagai suatu ketaatan dan kepatuhan anak kepada perintah orang tuanya.

Sifat ketulusan dan keikhlasan Nabi Ibrahim melahirkan suatu semangat korban yang perlu kita laksanakan dalam kehidupan. Dalam ibadah korban selain mengandung nilai pahala, juga mengandung nilai sosial kemasyarakatan. Sekalipun korban merupakan ibadah sunat, namun ia sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Karena dengan korban itu, ia mensyukuri nikmat yang dianugerahkan Allah kepadanya.

Allah berfirman dalam surat Al Kautsar yang artinya:
Artinya : “ Sesungguhnya kami telah memberikan nikmat yang banyak kepadamu, untuk itu kerjakanlah shalat dan berkorbanlah ”

Harta, pangkat, keluarga dan jabatan adalah nikmat yang Allah titipkan sementara, dan bila Allah berkehendak untuk mengambilnya hanya sekejap mata. Seperti yang dialami oleh saudara kita di Aceh.

Setiap helai bulu binatang yang dikorbankan mengandung kebajikan, yang diterima oleh orang yang melakukan kurban. Oleh sebab itu, bagi orang yang telah mempunyai kemampuan untuk berkorban, tetapi ia tidak mau melaksanakannya, Nabi memberikan peringatan keras, sabdanya yang artinya : Barang siapa yang mempunyai kelapangan rezki tapi tidak mau berkorban, maka janganlah mendekati tempat – tempat shalat kita.

Allahu akbar 3x walilla ilham
Setiap ibadah dalam Islam mengandung nilai sosial dan pesan moral. Nilai yang terkandung dalam ibadah korban agar kita mensyukuri nikmat Allah dengan menyisihkan sebagiannya untuk membantu saudara – saudara kita yang terhimpit berbagai kemelut dan persoalan hidup, seperti saudara – saudara kita di Aceh yang terkena gempa dan tsunami, mereka kehilangan harta benda, anak, ibu, bapak dan saudara bahkan nyawa. Dan membantu saudara – saudara kita yang tertindas, tertindas karena ditekan oleh orang lain secara fasih, politik, ekonomi, seperti yang dialami oleh saudara – saudara kita diberbagai belahan dunia.

Begitu pula terhadap saudara – saudara kita yang lain, yang tertindas secara ekonomi, karena mereka memang tidak berpunya. Banyak hasrat dan cita – cita terpendam dan sirna, karena tidak punya harta untuk menggapainya.

Semangat hari raya kurban mempunyai arti penting bagi kita semua, karena kita masih berada dalam kondisi yang belum menguntungkan, masih terporak dalam krisis yang sulit diramalkan entah kapan berakhirnya. Seakan – akan kita kembali kezaman purba. Kebenaran tidak lagi menjadi milik bersama, tetapi hanya dikuasai oleh kelompok tertentu. Perkelahian, pembunuhan, perampokan dengan berbagai dalil dan main hakim sendiri sebagai ciri masyarakat primitif ternyata tumbuh subur di era reformasi ini. Dan kebijakan yang diambil penguasa seakan memperlengkap penderitaan masyarakat.

Allahu akbar 3x walilla ilham
Tidak ada kekuatan yang dapat diharapkan untuk mengatasi semua permasalahan tadi, kecuali dengan rahmat Allah, zat Maha Kuasa yang ajarannya dimarjinalkan dalam kehidupan kita. Namun perlu diingat bahwa rahmat itu tidak akan turun begitu saja, harus ada syarat yang harus dipenuhi yaitu kembali kepada ajaran agama secara total, dan rekat kembali tali persaudaraan yang sudah mulai rusak akhir – akhir ini. Oleh sebab itu kita harus melakukan perubahan dalam berbuat, bersikap dan berpikir kearah yang benar yang di ridhai ilahi. Perilaku kita yang perlu dirubah adalah sikap mengenyampingkan ajaran Islam dan ilmu pengetahuan dalam praktek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang di ridhai-Nya dan yang dirahmati-Nya.

Akhirnya kita semua bermohon kepada Allah, kiranya Allah senantiasa membimbing kejalan yang benar, untuk membangun ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah persaudaraan serta mengkokohkan hubungan sosial yang baik dalam hidup bermasyarakat dan menghilangkan sifat tamak, sombong, angkuh dan merasa benar sendiri.***

Klik disini untuk melanjutkan »»

Monday, 23 November 2009

Dumai Express Pecah, 30 Tewas

. Monday, 23 November 2009
0 komentar

KARIMUN (RP) - Kapal Feri Dumai Express 10 milik PT Lestari Indoma Bahari yang berangkat dari Sekupang, Batam tujuan Dumai, tenggelam. Bagian depan kapal ini pecah setelah dihantam gelombang diperkirakan setinggi 3-4 meter di Perairan Yu Kecil atau Takong Hiu di Kabupaten Karimun atau sekitar 8 mil dari Pelabuhan Tanjungbalai Karimun.


Kapal naas ini tenggelam Ahad (22/11), sekitar pukul 09.30 WIB, atau satu setengah jam perjalanan dari Batam. Lokasi tenggelamnya kapal, berada di 01. 12. 500 U dan 103. 20. 3.30 T.

Data korban, menurut Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) SAR Tanjungpinang, Budi Cahyadi , hingga pukul 20.30 WIB tercatat 30 orang penumpang ditemukan tewas.Data dari RSUD Tanjung Balai Karimun hingga pukul 18.30 WIB, korban tewas tercatat 28 orang. Sementara korban selamat yang telah berhasil dievakuasi berjumlah 248 orang. Sedangkan data dari Depertemen Kesehatan (Depkes) hingga pukul 21.30 WIB malam tadi, korban meninggal menjadi 29 orang. Menurut Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes, Rustam S Pakaya korban, selamat 245 orang sementara 17 orang masih hilang. Total jumlah penumpang 278 orang.

Boru Tampubolon, salah seorang penumpang yang selamat kepada RPG menyebutkan, saat peristiwa pecahnya feri ini, dirinya duduk pada bagian bawah atau palka kapal. Saat itu, kata Boru Tampubolon, kapal tiba-tiba saja menjadi oleng setelah dihantam gelombang.

Akibatnya, penumpang yang semula duduk tenang di dalam kapal, menjadi panik. Mereka langsung berdiri. Bahkan ada yang menangis, berteriak dan mengucapkan kalimat mengucapkan pujian kepada Allah.

“Sebelum kapal pecah, terlebih dulu dilambung ombak dan akhirnya pecah pada bagian depan kapal dan air langsung masuk,” ujarnya yang masih terlihat trauma.

Melihat kejadian ini, dia berusaha menyelamatkan diri dengan mengambil life jacket dan memegangnya. Begitu juga dengan penumpang yang lain terlihat panik semuanya. Apalagi dengan hitungan menit air masuk ke dalam kapal pada bagian depan.

Melihat itu, penumpang yang berada di bagian depan kapal langsung berlarian ke belakang. Sebagian di antara mereka ada yang mengambil barang-barang dan life jacket (jaket pelampung) yang berada di bawah kursi dan bagian plafon kapal. Akibatnya, kapal menjadi bertambah oleng.

Dikatakan penumpang lain, sebelum kapal tenggelam, ABK kapal sempat memberikan petunjuk kepada penumpang, bahkan tiga buah sekoci pun sempat diturunkan untuk membantu penumpang. “Setelah dihantam gelombang, ada sekitar 15 menit, kapal mengapung sebelum akhirnya tenggelam ke dasar laut,” ujarnya.

Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Edwin secara terpisah kepada RPG menyebutkan, berdasarkan manifest jumlah penumpang yang ada di dalam feri Dumai Express 10 sebanyak 213 orang. Namun, berdasarkan keterangan dari nakhoda kapal, Johan Hutajulu yang selamat menyebutkan sebanyak 255 orang ditambah dengan 14 orang kru kapal.

“Pengakuan nakhoda kapal yang selamat menyebutkan, pada saat kapal pecah dihantam ombak terjadi sekitar pukul 09.28 WIB. Dan, tenggelam pukul 10.00 WIB. Jadi, lebih kurang setengah jam kapal tenggelam,” ujarnya. Sebelumnya, Nahkoda kapal juga sempat meminta bantuan kepada petugas Pelabuhan Tanjungbalai Karimun dan memberitahu posisi mereka. Saat itu, informasinya mereka berada kurang satu 1 mil menjelang Takong Hiu.

Mendapatkan informasi ini, petugas pelabuhan langsung memberikan bantuan. Kapal yang pertama diberangkatkan adalah kapal Ocean Indoma disusul kapal Baruna. Ketika itu, kedua kapal ini sedang merapat di ponton. “Kita langsung perintah kapal yang ada untuk berangkat dan memberikan bantuan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Cendra.

Setelah kapal ini berangkat, atau sekitar satu jam kemudian baru menyusul kapal Dumai Express 8 yang baru membawa penumpang dari Batam tujuan Tanjungbalai Karimun.

Bupati Karimun, Nurdin Basirun yang sudah berada di ponton pelabuhan domestik, langsung naik ke kapal tersebut berniat untuk turun serta mengevakuasi penumpang. Perjalanan menuju lokasi yang berjarak sekitar 8 mil ini cukup sulit, apalagi gelombang besar siap menghadang. Ketinggian diperkirakan mencapai 3-5 meter.

Akibatnya, Dumai Ekpres 5 pun harus memutar haluan menghindari gelombang. Melihat itu, Nurdin pun langsung mengambil alih mengendalikan kapal hingga sampai ke lokasi kejadian. Di sana sudah terlihat tiga kapal yang memberikan bantuan yakni milik Lanal Tanjungbalai, Baruna dan Ocean.

Tak hanya itu, satu sekoci bermuat penumpang yang selamat sedang coba dievakuasi oleh feri Baruna. Sekoci ini diikatkan menggunakan tali lalu ditarik mendekati kapal. Namun karena tingginya gelombang disertai angin kencang hingga pukul 12.10 WIB penumpang belum bisa dinaikkan ke atas kapal. Mereka baru bisa dievakuasi setelah kapal berukuran kecil milik PT Pelindo yang baru datang serta Lanal Tanjungbalai ikut membantu. Pasalnya, korban yang selamat tidak bisa naik ke atas kapal Baruna karena dihempas gelombang.

Begitu mereka berhasil dinaikkan ke atas Kapal Pelindo dan Lanal, penumpang yang selamat langsung dibawa ke pulau mercusuar Takong Hiu yang dijaga TNI AL, di sana juga ada Pos AL. Jaraknya tak terlalu jauh jauh dari lokasi kejadian. Seluruh penumpang diturunkan di sana.

Nurdin yang berada di atas kapal Dumai Express 5 langsung memanggil perahu nelayan yang berada di lokasi. Bersama lima orang anggota, mereka langsung menuju ke pulau tersebut. Setelah itu, sekitar 40 korban yang berhasil diselamatkan dinaikkan ke atas feri Baruna yang merapat ke dermaga Takong Hiu. Dan mereka langsung dibawa ke Tanjungbalai Karimun.

Menurut Rusdianto, seorang warga Tanjung Balai Karimun Kepulauan Riau yang ikut bersama Bupati Karimun dan Tim SAR melakukan evakuasi dan pencarian terhadap korban, sejumlah kapal tengker dan kapal-kapal nelayan sudah berupaya mencari korban. Sementara Kapal Dumai Expres 10 yang tenggelam tersebut belum ditemukan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Indra Munazir, dihubungi melalui selulernya mengaku dirinya sedang berada dalam kapal Dumai Expres 5 bersama Bupati Karimun ikut mengevakuasi korban yang terapung-apung di perairan Karimun. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya dari tim SAR yang melakukan evakuasi, bahwa secara pasti korban yang selamat dan yang belum diketahui belum dapat dilaporkan karena tim SAR masih melakukan evakuasi dan pencarian.

Sementara itu, menurut Edwin, hingga malam tadi, jumlah penumpang yang berhasil selamat dan dievakuasi ke darat sebanyak 218 orang. “Sedangkan korban yang meninggal sampai dengan pukul 18.30 WIB sudah tercatat sebanyak 23 orang,” ungkap Edwin yang turun langsung melakukan evakuasi ke lokasi kejadian.

Selain dibantu oleh kapal feri, penumpang yang selamat juga dibantu oleh kapal nelayan yang kebetulan berada di sekitar perairan tersebut. Mereka yang selamat langsung dibawa ke Pelambung, Pasir Panjang oleh nelayan setempat. Jumlahnya mencapai sekitar 40 orang. Total kapal nelayan yang membawa penumpang selamat ke Pelambung, mencapai lima unit kapal.

Dikatakan Edwin, feri Dumai Express 10 yang berangkat dari Batam langsung Dumai tidak over kapasitas. Karena, berdasarkan data yang ada, kapasitas kapal yang tenggelam tersebut sebanyak 265 orang. Selain itu, alat keselamatan Dumai Expres 10 dapat berfungsi dengan baik. Seperti tiga unit life craft berhasil digunakan. Data sementara yang dihimpun RPG, sebagian besar korban yang tewas tenggelam adalah 9 orang wanita dewasa dan satu orang pria dewasa. Kemudian, seorang bayi perempuan serta dua orang yang masih anak-anak ikut menjadi korban. Sedangkan yang dirawat di RSUD sebanyak 13 orang.

Selebihnya, dievakuasi ke Lanal TBK dan kediaman dinas Bupati Karimun yang langsung dijadikan posko. Terlihat para pimpinan unsur Muspida ikut membantu korban yang terkena musibah.

Informasi yang dihimpun RPG, salah satu korban yang ikut tewas termasuk Bohin alias Boeng, Bos Feri Dumai Express yang berada di dalam Dumai Express 10. Dia ditemukan sekitar pukul 14.30 WIB oleh kapal Feri Dumai Ekpres 19 yang turun membantu mencari korban.

Hal ini dibenarkan Bahtiar, selaku Plh Syahbandar Tanjungbalai Karimun ketika dikonfirmasi RPG. “Memang benar Boeng, pemilik Dumai Express ikut menjadi korban dan sudah dievakuasi oleh Feri Dumai Expres 19 yang ikut melakukan pencarian korban,” paparnya.

Selain Feri Dumai Expres 10 yang mengalami musibah, Feri Dumai Expres 15 dan Marina 10 yang dicarter penumpang dari Batam tujuan Moro untuk menghadiri perayaan Hari Khatina kandas terkena karang di perairan Pasai, Keban sekitar pukul 10.00 WIB.

Sekitar 500 orang penumpang dari kedua kapal dibantu oleh kapal pompong nelayan dan speed boat untuk dievakuasi ke darat. Sedangkan, kedua kapal feri berhasil lepas dari karang setelah menunggu air laut pasang. Kedua kapal tidak melanjutkan perjalanan, melainkan pulang kembali ke Batam.

Kakanpel: Semua Kapal Laik Layar
Hingga pukul 17.00 WIB kemarin, pelayaran kapal domestik dari Batam ke sejumlah daerah tetap normal dan mendapat izin syahbandar di Pelabuhan Sekupang. Padahal Direktorat Perhubungan Laut melalui Kantor Pelabuhan Batam resmi menutup jadwal pelayaran dari Batam ke daerah lain.

Beberapa agen pelayaran domestik yang dihubungi RPG mengakui kapal-kapal mereka tetap berlayar walau jadwalnya mengalami penundaan beberapa jam pasca insiden tenggelamnya tiga kapal domestik Ahad (22/11). “Kami belum tahu atau mendapatkan surat pemberitahuan penutupan pelayaran itu,’ kata seorang staf salah satu kapal domestik di Pelabuhan Sekupang kemarin.

Masih kata wanita yang enggan menyebutkan namanya itu, pelayaran ke Tanjungbalai Karimun dengan jasa pelayaran kapal mereka akan tetap berlangsung karena semua penumpang telah mengantongi tiket dan siap diberangkatkan sekitar pukul 17.00 WIB.

Padahal, Kepala Kantor Pelabuhan Batam Rocky Achmad telah menegaskan sejak terjadinya musibah kecelakaan tiga kapal domestik itu, Ditjen Perhubungan Laut telah memerintahkan tutupnya pelayaran domestik dari Batam ke daerah lain hingga batas waktu yang tidak ditentukan menunggu keputusan dari Dirjen Hubla.

“Mulai hari ini pelayaran ditutup. Waktu kapan dibuka lagi biar Dirjen yang menjawabnya, pelayaran kembali dibuka tergantung kondisi cuaca,” ujar Rocky Achmad di Pelabuhan Sekupang, Ahad (22/11) sore. Ketika ditanya penyebab kecelakaan tiga kapal naas itu, Rocky mengaku belum mengetahui pastinya dengan alasan masih diselidiki. Ia juga menegaskan, tiga kapal yang celaka itu masih laik layar dengan kapasitas penumpang normal yakni tidak adanya over kapasitas. “Semua kapal sudah diperiksa dan laik layar kok,” ujarnya.

Gubri Turut Berduka
Musibah ini juga memantik keprihatinan dari Pemerintah Provinsi Riau. Bahkan Pemprov beserta aparat terkait akan melakukan koordinasi secepat mungkin dalam hal penanggulangan masalah ini. “Kita sangat berduka atas peristiwa ini,’’ kata Gubernur Riau HM Rusli Zainal, malam tadi.

Ditanya berapa jumlah warga Riau yang terkena musibah, Rusli Zainal belum bisa menjelaskan. Karena saat ini pihaknya masih menunggu hasil laporan. “Kita belum tahu berapa jumlah warga Riau yang terkena musibah. Yang jelas kita turut berduka atas peristiwa ini,’’ ujarnya.

Polda Riau Turunkan Tim SAR
Dari Pekanbaru dilaporkan, meskipun tempat kejadian perkara berada di wilayah hukum Polda Kepulauan Riau, namun Polda Riau turut memberikan bantuan. Riau mengirimkan tim SAR untuk memperkuat dan memaksimalkan upaya yang dilakukan tim dari Kepulauan Riau.

Kapolda Riau Brigjen Pol Drs Ajdie Rustam Ramdja melalui Plh Kabid Humas AKP Aprizal mengatakan, Polda Riau merasa sangat prihatin dengan kecelakaan ini. Untuk menghindari kecelakaan lain, Polda Riau mengimbau kepada para pengguna jalur perairan untuk lebih berhati-hati dalam melaut. Mengingat saat ini gelombang laut sangat tinggi, hingga mencapai dua meter.

Tidak hanya bagi para nelayan, Polda Riau juga mengimbau kepada kapal pelayaran angkutan penumpang untuk mewaspadai bahaya gelombang di perairan Riau sekarang ini. ‘’Kita minta baik kepada para nelayan maupun kapal angkutan penumpang untuk lebih berhati-hati,’’ ungkap Aprizal. ‘’Kepada keluarga korban yang ditimpa musibah, kami dari Polda Riau turut berbelasungkawa atas musibah tenggelamnya kapal Dumai Expres 10 ini,’’ katanya.(san/bni/d/rpg/lim/new/kaf/fia
berita ini dimuat di Riau Pos edisi Senin 23-11-2009

Klik disini untuk melanjutkan »»

Thursday, 10 September 2009

Awas, Ledakan Penduduk Usai Lebaran

. Thursday, 10 September 2009
0 komentar

Baby Boom Masih Jadi Momok Menakutkan di ‘’Negeri Gula’’

PEMUDIK jangan lagi membawa tenaga kerja di desa ke kota, kalau itu nantinya akan jadi beban baru di kota. Ingat, hidup di kota tidak jauh lebih baik dibanding di desa, kalau tidak memiliki skill yang dibutuhkan.


BEBERAPA hari lagi puasa usai—menyusul datangnya Hari Raya Idul Fitri 1430 H. Pada masa-masa seperti ini biasanya diwarnai dengan terlihat tradisi mudik lebaran yang dilakukan peduduk yang bermukim di sejumlah kota di tanah air—termasuk kota-kota yang ada di Riau.

Kegiatan mudik atau ‘’pulang basamo’’ itu tidak hanya dilakukan oleh para penduduk legal, tapi juga yang illegal dalam artian mereka yang datang ke kota sebelumnya tampa melapor atau tercatat sebagai penduduk kota. Jumlahnya pun cukup banyak, baik berprofesi sebagai pedagang, kuli bangunan, buruh kasar bahkan juga gelandangan dan pengemis. Secara bergelombang—beberapa hari menjelang lebaran bahkan juga pada hari lebaran itu pun mereka ada yang meninggalkan kota menuju kampung halaman untuk berkumpul sanak saudara—atau ada juga yang hanya sekadar jalan-jalan.

Di Pekanbaru sendiri misalnya para pemudik mayoritas memadati arus lintas barat dengan sasaran Sumatera Barat. Karena memang mayoritas penduduk Kota Pekanbaru diisi oleh pendatang dari Sumbar. Selain itu juga tidak sedikit yang memadati arus utara dengan daerah sasaran Sumatera Utara dan Aceh, menyusul lintas selatan menuju ke Jakarta dan ke sejumlah daerah lainnya di Povinsi Riau sendiri.

Tidak berapa lama setelah lebaran, biasanya pemandangan yang sama kembali terlihat. Kalau tadi penduduk kota yang mudik ke desa, maka setelah lebaran mereka pun kembali berbondong-bondong ke kota untuk mencari penghidupan karena beranggapan bahwa hidup di kota lebih menjanjikan dibanding di desa.

Mereka menilai kota-kota termasuk yang ada di Riau ibarat gula manis yang selalu jadi inceran semut-semut. Sehingganya yang melakukan arus balik setelah lebaran itu tidak hanya orang-orang kota yang sebelumnya mudik, tapi juga diboncengi oleh pendatang baru.

Kalaulah para pendatang baru itu merupakan tenaga potensial yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja di perkotaan mungkin tidak akan masalah—walaupun untuk mencari lapangan pekerjaan di kota sebenarnya semakin sulit. Persoalan akan muncul apabila yang datang ke kota itu adalah tenaga potensial yang tidak memiliki skill atau keahlian tertentu yang dibutuhkan di kota.

Bahkan kalau yang datang ke kota itu berasal dari kalangan keluarga miskin dengan jumlah anakn banyak akan menjadi persoalan baru di bidang kependudukan di kota.

Jumlah pengangguran dipastikan akan makin banyak, tingkat kemiskinan akan membengkak. Dan ini akan jadi masalah social lainnya, seperti kurangnya tingkat layanan kesehatan, sulitnya mendapatkan akses pendidikan bagi anak-anak dan persoalan lainnya.

Bahkan bukan tidak mungkin akibat minimnya akses kesehatan bagi pendatang baru dari kalangan keluarga tidak mampu (miskin) akan mengakibatkan pertumbuhan penduduk miskin yang disebabkan angka kelahiran kan makin bertambah.

Kelompok-kelompok keluarga miskin dengan jumlah anggota keluarga (anak) banyak ini pun akhirnya mengakibatkan jumlah penduduk miskin baru. Jika ini yang terjadi, maka momok yang menakutkan—‘’baby boom’’ itu dating juga. Ini jelas akan menjadi beban social yang amat berat bagi pemerintah ke depannya.

Padahal sebaliknya—banyak yang tak paham bahwa sebenarnya hidup di desa yang lebih menjanjikan dibanding di perkotaan asalkan ada kemauan untuk berkarya, berbuat dan berkembang. Hidup sebagai pertanian, peternakan, di bidang perikanan atau wiraswasta dan sebagainya di desa akan lebih baik dibanding jadi pemulung, kuli kasar atau sejenisnya di kota.

Untuk mengantisipasi hal itu perlu upaya bersama, yang tidak hanya dating dari pemerintah semata, tapi juga semua lapisan masyarakat, lembaga social untuk mengkampanyekan bahwa hidup di kota tidak lebih baik disbanding di desa. Bahkan kepada para pemudik pun harus diingatkan bahwa tidak perlu membawa warga tenaga kerja di desa ke kota, kalau nanti akan jadi masalah baru di kota. Ini penting untuk menghindari terjadinya ledakan penduduk di ‘’negeri gula’’ yang bernama kota.

Akhirnya selamat mudik, selamat Idul Fitri 1430 H, minnal aidin wal faizin, maaf zahir dan bathin. (Pekanbaru, 20 Ramadhan 1430 H)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Monday, 24 August 2009

Kejujuran

. Monday, 24 August 2009
0 komentar

Ketika Saya melewati salah satu ruas jalan di Kota Pekanbaru, terlihat betapa banyak kendaraan roda dua dan empat yang parkir di sebuah warung yang tertutup kain spanduk. Namun dari mobil yang saya kendarai terlihat jelas aktivitas makan dan minum di siang hari di bulan Ramadhan ini. Muslimkah mereka? Puasakah mereka, dan jujurkah mereka pada diri sendiri, keluarganya dan juga pada Allah sang maha mengetahui?

Dalam kondisi carut-marutnya kehidupan bermasyarakat dan bernegara, persoalan kejujuran masih menjadi topik hangat untuk dibicarakan. Bahkan bila dikaitkan dengan system pemerintahan di berbagai lini yang sarat dengan slogan KKN (kolusi, korupsi dan nepotisme), masalah kejujuran ini pun masih jadi batu penyandung untuk menjalankan system pemerintahan yang bersih dan beribawa.

Betapa tidak, untuk persoalan sekecil apa pun masalah kejujuran selalu terabaikan. Sebut saja misalnya di bidang administrasi kependudukan. Untuk membuat sebuah kartu tanda penduduk (KTP) saja masih terlihat ketidak jujuran sejumlah oknum di mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan atau desa bahkan hingga ke tingkat kecamatan. Ketidak jujuran itu bisa saja terlihat dalam hal pembebanan biaya tinggi pada masyarakat, yang mungkin mengatasnamakan pejabat yang lebih tinggi, meski sebenarnya tidak demikian atau mungkin benar adanya. Peluang pun terlihat apabila si pemohon tidak melengkapi persyaratan dan sebagainya.

Di bidang pendidikan juga demikian. Meski pemerintah telah menyatakan akan menghadirkan pendidikan murah. Namun semua itu hanya retorika belaka yang sulit untuk dibuktikan dalam realita di lapangan. Tidak sedikit masyarakat atau pun orang tua murid yang mengeluh bahkan menjerit, karena biaya pendidikan relative tinggi. Mulai dari level Sekolah dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi. Baik terkait biaya buku, uang bangku dan sebagainya. Meski upaya antisipasi telah dilakukan dengan menerapkan dana BOS (biaya operasional sekolah), namun realitanya tidaklah demikian. Dana BOS yang diharapkan mampu meringankan biaya orang tua malah diduga dinikmati sejumlah oknum sekolah.

Demikian juga halnya dalam hal mendapatkan pekerjaan yang layak seperti diisyarakatkan dalam UU. Bahkan tidak jarang kita mendengar untuk dapat bekerja di satu instansi, calon tenaga kerja harus mengorek kocek yang cukup tebal hanya sebagai uang pelicin. Bahkan hal serupa pun terlihat dalam dunia pendidikan, ekonomi, penegakkan hukum dan sebagainya. Meski pun belakangan kita mendengar adanya pendirian warung jujur, sekolah jujur yang pada dasarnya juga belum tentu jujur.

Dan masih banyak kasus-kasus ketidak jujuran yang terlihat dalam realita kehidupan di masyarakat dewasa ini, meski pun negara, undang-undang, bahkan juga agama apa pun tidak mengajarkan demikian. Padahal kita berharap agar dalam kehidupan, baik di rumah tangga, masyarakat maupun kehidupan bernegara selalu berlandaskan pada sikap jujur.

Islam sebagai agama rahmatan lil a’lamin atau atau rahmat bagi alam semesta—jauh-jauh hari telah mengajarkan pada umatnya. Sejak sesorang itu masih dalam kandungan hingga menemui ajalnya. Salah satu praktiknya adalah melalui ibadah puasa baik puasa di bulan Ramadhan maupun puasa di bulan-bulan lainnya.

Ibadah puasa sangat syarat dengan pesan kejujuran pada diri sendiri. Sebab yang akan mengetahui seseorang itu berpuasa atau tidak adalah dirinya sendiri dan Allah SWT. Makanya pula imbauan ibadah puasa hanya ditujukan pada orang-orang yang beriman seperti yang difirmankan Allah dalam Alquran ‘’Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan pada kamu berpuasa, seperti diwajibkan pada orang-orang sebelum kamu, semoga kamu masuk orang yang bertakwa’’.

Artinya ibadah puasa hanya akan terlaksana pada orang orang yang beriman, yang percaya bahwa ada yang mengawasinya, yakni Allah yang maha tahu. Di sinilah sikap jujur itu dipertaruhkan.

Sebab, bisa jadi seseorang itu di rumah berpuasa—sahur, ya sahur, selagi di rumah masih menahan lapar dan haus karena malu kepada keluarga. Namun setelah keluar dari rumah mereka pun menzalimi diri sendiri dengan cara membatalkan puasa. Dan setelah kembali ke rumah mereka pun seolah-olah berpuasa.

Inilah salah satu tanda-tanda orang yang tidak jujur kepada diri sendiri, kepada keluarga, kepada masyarakat dan bahkan juga Allah SWT. Mereka tidak menyadari bahwa sesungguhnya ada yang mengawasinya selain manusia atau diri sendiri, tapi Allah SWT. Semoga dengan menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan 1430 H ini, kita menjadi orang-rang yang jujur. Amin,…….

Klik disini untuk melanjutkan »»

YASRIL RIAU Desain ByHendrawan and Support by Ridwan CCMD. All Right Seserved

 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com | Power by blogtemplate4u.com