Hindarilah olehmu sifat malas dan musah bosan, karena keduanya merupakan sumber dari segala kejahatan. Sebab apabila kamu malas, maka kamu tidak akan tabah dalam menegakkan kebenaran. (Imam Muhammad al-Baqir).

Kamis, 2009 Juli 09

Riau Jadi Perhatian Nasional di Bidang KB

. Kamis, 2009 Juli 09
0 komentar

MENINGKATNYA perhatian nasional terhadap program Keluarga Berencana (KB) di Riau harus disikapi secara serius. ‘’Sebab, selain bisa mengangkat nama daerah di kancan nasional, juga akan berdampak pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Riau ini sendiri,’’ kata Kepala BKKBN Riau Drs Ary Goedadi menjawab Riau Pos usai Pelantikan pejabat eselon III dan IV di lingkungan BKKB Riau, Selasa (7/7/2009).


Menurut Ary Goedadi tingginya perhatian nasional itu tidak hanya disebabkan Riau mampu menang sejumlah lomba tingkat nasional, tapi juga banyaknnya terobosan-terobosan yang di lakukan. Diantaranya mampu menjadi juara Pusat Informasi dan Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK KRR), sejumlah pejabar Riau mampu meraih penghargaan di bidang KB, seperti Bupati Kuansing, Bupati Rohul. Bahkan pada 15 Juli mendatang, Gubri Rusli Zainal juga akan menerima penghargaan Pin KB dari pemerintah pusat.
‘’Ini juga sebagai apresiassi bahwa di Riau telah ada delapan Badan pemberdayaan Perempuan dan KB (PPKB) dan tiga kantor. Ini juga prestasi yang cukup bagus dan jadi perhatian nasional. Badan itu memiliki jaringan hingga ke bawah ada UPTD di kecamatan,’’ kata Ary Godadi lagi.
Di bidang KB, kata Ary Riau juga telah berhasil meningkatkan kesertaan warga ber-KB meski tingkat pertumbuhan penduduk masih relatif tinggi. Kini yang tengah digencarkan juga tentang keikutsertaan pria ber-KB. Di Riau sendiri angka ini cukup menggembirakan. Terbukti dengan tingginya minat pria untuk ber-KB permanen atau medis operasi pria (MOP).
‘’Jadi saya juga mengajak, bagi siapapun yang ingin ber-KB terutama pria, sila datang ke BKKBN, kita layani bahkan yang datang sebelum tanggal 15 Juli akan mendapat prioritas. Karena MOP akan dilakukan pada 15 Juli di RS AU secara gratis. Kalau secara umum biayanya berkisar Rp4-5 juta, melalui BKKBN tidak ada bayar sepersenpun,’’ katanya lagi.
Motivasi
Sementara itu, terkait pelantikan pejabat eselon III dan IV tersebut, Ary Goedadi juga mengingatkan perlunya para pejabat melakukan apokasi dan motivasi, baik terhadap pejabat pengambil keputusan di daerah-daerah, organisasi kemasyarakatan maupun ke pada masyarakat sendiri. ‘’Yang terpenting, bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga terwujudnya norma keluarga kecil bahagia sejahtera,’’ ujarnya lagi.(ril)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 2009 Juli 05

Kunjungan Redaksi

. Minggu, 2009 Juli 05
0 komentar

Kunjungan ke Riau Pos:

Rombongan SMP Negeri Duri beberapa hari lalu melakukan kunjungan ke redaksi Riau Pos di Pekanbaru. Kedatangan para siswa dan majelis guru itu langsung dipimpin salah seorang guru, Elvis. Kehadiran sdr Elvis dan rombongan, bagi saya bukan sekadar tamu biasa, tapi juga pertemuan dua sahabat yang lama tak berjumpa. Ya, maklum kami sama sama seperguruan ketika menimba ilmu di Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, IKIP Padang. Bedanya sdr Elvis mengajar di sekolah, saya di tetap di dunia jurnalistik sejak semasa kuliah dulu. Tapi pada dasarnya, ujudnya tetap sama mendidik-- ya mendidik siswa di sekolah, mendidik masyarakat pembaca, mendidik keluarga. Sukses dech buat kawan-kawan lainnya.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Rabu, 2009 Mei 27

Tiga Tokoh Bangsa

. Rabu, 2009 Mei 27
0 komentar


SEANDAINYA BERSATU:

Seandainya ketiga tokoh bangsa, masing-masing SBY, Mega dan JK mampu bersatu dalam memimpin negara kesatuan RI ini sungguh pemandangan yang indah di mata rakyat dan dunia internasional. Namun apakah itu semua mungkin terjadi setelah Pilpres. kita lihat nanti. (foto hasil rekayasa)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Star Kampanye Pilpres

.
0 komentar


KAMPANYE sebagai bagian dari Pemilu Presiden hanya tinggal hitungan hari. Berbagai trik, manuver dan langkah-langkah pun telah disiapkan masing-masing tim sukses capres dan cawapres untuk adu argumen di masyarakat. Kita berharap ketiga pasangan capres dan cawapres masing-masing SBY-Boediono, JK-Win dan Mega-Pro mampu memberikan pelajaran politik yang matang kemasyarakat. Soal kalah menang adalah hal biasa , namun sikap sportifitas harus dikedepankan, bagaikan seorang atlit. (foto hasil rekayasa)

Klik disini untuk melanjutkan »»

Sabtu, 2009 Mei 02

Manuver Tokoh Tua dan Nasib Golkar

. Sabtu, 2009 Mei 02
0 komentar

PERKEMBANGAN perpolitikan di negeri ini kian hangat dibicarakan, terutama menjelang Pilpres 2009. Perubahan peta politik pun begitu cepat, setiap hari dan setiap jam bisa berubah. Bahkan hitungan per menit ada saja yang berganti, menyusul berbagai manuver yang dilakukan tokoh-tokoh partai yang ada saat ini.


Manuver-manuver tersebut juga melibatkan sejumlah sesepuh partai atau pemain lama. Sehingga terkesan bahwa langkah sejumlah tokoh gaek itu ibarat guru turun gunung. Sebut saja misalnya, mantan Ketua Umum Golkar Akbar Tanjung, mantan Wakil Presiden RI, BJ Habibie, mantan Wakil Presiden Hamzah Haz, mantan Ketua MPR Amin Rais dan sejumlah tokoh gaek lainnya.

Selain mewarnai pola demokrasi di Indonesia, para tokoh gaek ini juga membawa misi tertentu dari partai yang mereka wariskan kepada generasi sekarang. Amin Rais tokoh dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Hamzah Haz dari PPP yang melakukan pertemuan dengan Presien Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) misalnya. Meski sempat absen dipanggung politik, kini kedua tokoh ini kembali terjun ke kancah politik di masing-masing Parpol asal mereka.

Kehadiran mereka, selain tidak puas dengan perolehan suara partai pada Pemilu legislative, juga sebagai upaya untuk memerankan mesin partai ke depan. Mereka yang malang-melintang di dunia politik ini seakan tidak rela kalau partai mereka hanya sebagai pecundang bukan sebagai penunggang, atau sebagai penonton dan tukang kritik bukan sebagai pemain. Tidak hanya Amin Rais dan Hamzah Haz saja, orang sekelas Akbar Tanjung dan BJ Habibie juga melakukan manuver yang sama.

Mereka dan sejumlah sepuh Golkar tidak rela melepas partai yang berkuasa selama puluhan tahun itu untuk berada di luar sistem pemerintahan. Sebab, berdasarkan sejarah, Golkar memang diciptakan sebagai partai berkuasa bukan partai oposan atau oposisi yang bergerak di luar lingkaran pemerintahan.

Ini tidak bisa dipungkiri, terbukti dengan keberadaan para tokoh dan kader partai Golkar sejak dulu hingga sekarang. Golkar tetap berada di dalam lingkaran pemerintahan. Berbagai peran telah dimainkan para tokoh-tokoh Golkar. Baik di lembaga legistatif, yudikatif, hankam, mapun eksekutif seperti sebagai presiden, wakil presiden, menteri-menteri, gubernur, walikota/bupati, camat, lurah.

Lantas, kenapa popularitas Partai Golkar kian melemah? Ini jelas banyak faktor yang mempengaruhi, baik secara eksternal, maupun interen partai Golkar sendiri. Bahkan kemerosotan popularitas Golkar di mata rakyat ini juga membawa kesan bahwa partai berlambang pohon beringin ini kehilangan tuah. Tidak lagi sebagai pohon rindang dan tempat berteduh, akar yang panjang dan melilit tempat bersila dan bergantung, pohon yang besar tempat bersandar.

Kini pohon beringin itu mulai diterpa puting beliung, daunnya berguguran, bijinya berserakan kemana-mana dan tumbuh sendiri-sendiri menjadi spesies baru dengan berbagai nama, ada Hanura, ada Gerindra, dan sebagainya. Pohon yang dulunya besar dan kokoh itu kini pun mulai berlubang-lubang digigit kumbang. Ada yang melubangi dari pucuk pohon, ada dari batangnya dan ada pula yang dari akarnya.

Bahkan yang lebih menyedihkan, pohon beringin yang memiliki akar tunggang itu ibarat seperti pucuk pohon bambu yang selalu berubah arah setiap diterpa angin. Ketika angin barat datang, ia pun menuju arah angin tersebut, namun semenit kemudian angin utara datang, beringin tua itu pun condong ke sana.

Mungkinkah ada sebuah skenario mengobok-obok partai Golkar yang selama ini dianggap mumpuni? Memang sulit untuk menebak semua itu. Namun yang pasti, pertanyaannya kembali terarah pada pengurus dan kader Golkar itu sendiri. Maukah Golkar diobok-obok?

Yang pasti, persoalan yang terpenting dari semua itu, bukanlah siapa mengobok-obok siapa. Tetapi strategi apa yang harus dimainkan agar Golkar tidak diobok-obok dan kembali diperhitungkan dalam kancah perpolitikan nasional. Mungkinkah ini disebabkan kurangnya strategi internal partai yang dimainkan menghadapi partai lain. Atau memang Golkar sudah kehilangan sosok orang-orang yang sebenarnya memiliki keahlian strategi seperti yang dimiliki seorang ahli strategi teritorial. Atau mungkin Partai ini harus dipimpin seorang mantan ahli strategi di negeri ini.***
Tajuk Riaupos edisi Kamis 30 April 2009

Klik disini untuk melanjutkan »»

Banjir dan Permintaan Maaf Wali Kota

.
0 komentar

BANJIR. Demikian kata yang dipakai sejumlah media massa, baik cetak maupun elektronik yang menggambarkan kondisi di sejumlah wilayah di Riau sejak beberapa hari belakangan diguyur hujan. Genangan air tidak saja terjadi di Kota Pekanbaru saja, tapi juga di sejumlah kabupaten/kota, seperti di Rokan Hulu, Siak, Kampar dan lainnya.

Secara ilmu alam, sebelum hujan yang merupakan akumulasi penguasan air di bumi dan di laut itu sampai ke bumi, terlebih dahulu akan ditahan oleh dedaunan, rumput, semak belukar, atau pun hutan. Selanjutnya air akan menyentuh dan meresap ke dalam bumi dengan kecepatan rendah. Sehingga kalau pun terjadi genangan air akibat intensitas hujan cukup tinggi, dalam waktu singkat air genangan itu pun akan kering.

Benarkan ini adalah faktor alam dengan intensitas hujan yang berlangsung cukup lama dan deras? Sehingga drainase tidak mampu menampung debit air yang kuat seperti diungkapkan Wali Kota Pekanbaru Herman Abdullah. Sehingga wali kota pun meminta maaf kepada warga. Hanya karena faktor alam?

Haruskah kita menyalahkan alam? Tuntaskah hanya dengan permintaan maaf? Jawabnya tentulah tidak. Lihat misalnya di sejumlah kawasan pemukiman warga, terjadi rendaman yang cukup besar dan tinggi, sebagai akibat tidak terurusnya sistem drainase. Para developer pengadaan rumah tidak memperhatikan sistem drainase yang memadai.

Untuk ratusan rumah tempat tinggal, misalnya hanya disediakan drainase selebar 30-40 centimeter dengan kedalaman 30 centimeter. Mungkinkah kesalahan ini ditumpukkan pada pihak developer sendiri? Jawabannya tentulah tidak. Pemerintah dalam hal ini instansi terkait yang mengeluarkan izin bangunan juga harus bertanggung jawab, karena kurang atau lemahnya pengawasan di lapangan.

Demikian juga dengan izin kawasan pertokoan. Selain harus mempersiapkan sumur-sumur resapan, pertokoan juga harus memperhatikan resapan air secara alami. Fakta di lapangan terlihat di kawasan pertokoan, perkantoran yang berada di pinggir-pinggir jalan protokol tidak lagi memiliki daerah resapan air.

Akibatnya bila terjadi hujan lebat, maka air yang turun tidak lagi diserap oleh humus tanah, tapi langsung jauh ke atas semen yang kemudian melimpah ke jalan. Akibatnya terjadinya penumpukan air di badan jalan yang nantinya juga menimbulkan kerugian berupa kerusakan badan jalan. Pemandangan ini bisa di lihat di mana-mana, baik di Jalan Sudirman, Tuanku Tambusai, Soebrantas, Imam Munandar dan hampir di seluruh ruas jalan lainnya di Pekanbaru.

Padahal semua kondisi tersebut biasa disiasati dengan pembuatan sumur-sumur resapan, pemakaian paving blog, penanaman rumput dan sebagainya, sehingga air yang jatuh ke bumi biasa meresap di bumi. Kejadian ini menggambarkan tidak adanya ketegasan pemerintah dengan kondisi di lapangan. Tegas seakan hanya di peraturan daerah dan di atas kertas, tanpa pengawasan di lapangan. Dan sekali lagi itu tidak biasa hanya diselesaikan dengan permohonan maaf, tapi harus tindakan tegas di lapangan.

Artinya Pak Wali Kota beserta aparatnya harus dengan tegas memerintahkan agar pemilik toko dan perkantoran membongkar semua coran semen yang menutupi halaman kantor atau pertokoan tersebut dan menukarnya dengan paving blog. Kalau pemilik bangunan membandel wali kota dan aparatnya harus berani mengeksekusi sepertimana mengeksekusi pedagang kali lima yang memakai badan jalan.

Ini harus dilakukan demi masa depan kota, masa depan warga dan masa depan anak cuku kita ke depan. Untuk itu kita tunggu ketegasan Pak Wali.***
Tajuk Riau Pos edisi Sabtu 2 Mei 2009

Klik disini untuk melanjutkan »»

YASRIL RIAU Desain ByHendrawan and Support by Ridwan CCMD. All Right Seserved

 

Masukkan Code ini K1-A1A51B-2
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Ayo, kembali ber-KB. Di sini Ada informasinya, sila klik.
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com | Power by blogtemplate4u.com